Aju Isni Karim dari Up2date, brand yang mengusung busana islami dengan desain yang clean, melihat fenomena the more, the merrier ini dipengaruhi oleh budaya masyarakat Indonesia yang memang suka heboh dalam berbusana. “Basically orang Indonesia itu punya energi yang lebih untuk berdandan,” ujarnya.
Kalau kita mengamati tren yang terjadi di kalangan pemakai jilbab, harus diakui bahwa busana yang disukai itu terlihat wow dari ujung kepada hingga kaki. Dan, masing-masing item memiliki tren.
Dahulu, tahun ‘80-an, ‘90-an, hingga awal 2000-an, yang populer adalah dress panjang dengan warna-warna solid bertabur manik-manik dan payet ala Ida Royani atau Ida Leman, atau kerudung berlapis ala Neno Warisman. Belakangan, apa yang ada di pasar sangat mudah berubah: dari kaftan Syahrini, kerudung Ashanty, jilbab Dewi Sandra (dari sinetron Catatan Harian Seorang Istri), hingga terakhir, rok Jodha (terinspirasi dari serial televisi Jodha). Di sisi lain, ada desainer-desainer muda, seperti Dian Pelangi (dengan tie dye) atau Ria Miranda (dengan warna-warna pastel ala shabby chic), yang juga membawa gelombang baru. (f)