- Meskipun lebih jarang mencapai klimaks, nyatanya wanita lebih menikmati seks.
- Migrain pada wanita pemicu menurunnya hasrat seksual.
Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Pavia di Italia menemukan bahwa wanita yang sering mengalami migrain akan mengalami penurunan hasrat seksual. Menurut dr. Ocvy, meskipun belum pasti, kemungkinan ini bisa saja terjadi. Migrain atau sakit kepala berhubungan dengan fase konstruksi di mana terjadi pengerutan pembuluh darah di bagian kepala sehingga aliran darah berkurang dan menimbulkan rasa sakit. Sedangkan hasrat seksual berhubungan dengan aktivitas pembuluh darah yang membesar. Selain itu, rasa sakit akibat migrain akan memengaruhi kondisi psikologis. Wanita akan terpacu hasratnya jika secara psikologis ia merasa nyaman dan tidak stres.
- Beer belly pada pria mengancam gairah seksual.
- Wanita tak perlu ‘obat kuat’.
Berbeda dengan pria, obat perangsang hasrat seksual justru tidak berpengaruh bagi wanita. Hasrat seksual wanita lebih mudah timbul jika didukung kondisi yang menyenangkan dan membuatnya merasa tenang. Hasrat seksual wanita pun dapat dipicu hanya lewat sentuhan lembut di daerah-daerah sensitifnya. Tak heran jika, foreplay dianggap ‘obat perangsang’ yang mujarab bagi para wanita.
- Senam kegel baik untuk pria.
Jika selama ini kita lebih mengenal senam kegel untuk wanita, nyatanya pria juga dapat melakukannya. Menurut dr. Ocvy, senam kegel pada wanita bertujuan untuk memperkuat otot di seputar vagina. Pada dasarnya, apa pun bentuk olah tubuh yang dilakukan, selama bertujuan untuk meningkatkan jumlah otot, tentunya punya dampak positif bagi kesehatan seksual seseorang, terutama pria. Karena, untuk meningkatkan jumlah testosteron, pria membutuhkan otot yang lebih banyak sebagai pemicu timbulnya hormon pembentuk testosteron.