Lingkungan bekerja seperti ini menjadi bonus plus-plus tersendiri bagi Almaviva Landjanun (32), arsitek lansekap yang bersama rekan-rekannya mendirikan startup DFORM yang bergerak di bidang kreatif berbasis arsitektur. Sejak Agustus tahun lalu mereka memilih HackerspaceBDG sebagai markas tempat mereka berkarya. Di tempat ini ia bekerja dengan berbagi meja bersama para profesional di bidang lain, yaitu mereka yang bergerak di dunia IT, gaming, programmer, serta web designer & developer, atau penulis lepas.
Kolaborasi ini bahkan tidak lagi bersifat lokal, tapi juga membuka kesempatan untuk berjejaring di tingkat internasional. Seperti yang dilakukan oleh Hub-In-Ubud saat mengadakan Coworking Unconference Asia (CUASIA), Januari lalu. Di kesempatan itu mereka mengundang operator co-working space dari seluruh Asia.
Selama lebih dari 3 hari, 135 peserta dari lebih 30 negara, termasuk para operator co-working space di Indonesia, datang ke konferensi ini. Dalam waktu tiga hari itu mereka menggelar berbagai diskusi panel tentang isu-isu terkini seputar dunia digital startup, budaya kerja baru generasi milenial. “Salah satunya mengusahakan berbagai kerja sama yang akan memberikan benefit bagi para anggota co-working space, termasuk para operatornya,” jelas Risyana. Berikutnya, CUASIA rencananya akan digelar pada Februari 2016. (f)