Celebrity
Elvira Berjuang Dua Tahun

21 May 2014

“Bisa dibilang, Puteri Indonesia adalah target hidup saya belakangan ini. Selama dua tahun saya melakukan persiapan untuk ajang ini,” ungkap Elvira Devinamira (20), usai menerima mahkota Puteri Indonesia 2014 dari tangan Whulandary Herman. Mimpi finalis dari Jawa Timur yang akrab dipanggil Vira itu telah menjadi nyata.
 
Dengan tinggi 177 cm, fisik Vira tentu saja sudah menarik perhatian para juri sejak hari pertama karantina. Tinggi yang di atas rata-rata ini menjadi modal besarnya untuk bisa bersaing dengan finalis internasional lainnya di ajang Miss Universe kelak. Menurut juri, ia juga percaya diri, berkarakter, serta memiliki wawasan luas.

“Dia mempunyai modal untuk berdiri sejajar dengan wakil dari negara-negara lain di Miss Universe kelak,” ungkap Petty S. Fatimah, Pemimpin Redaksi dan Chief Community Officer femina, salah satu anggota dewan juri.  

Padahal, ketika sang ibu menawarinya untuk mengikuti pemilihan Puteri Indonesia Vira mengaku ragu dengan potensi yang dimilikinya. “Karena saya pemalu, tertutup, dan enggak gaul. Senangnya mengurung diri di kamar,” katanya, tersenyum.

Namun, dorongan penuh sang ibu berhasil meluluhkan keraguan Vira. Ia pun mulai berusaha mewujudkan keinginan orang tuanya. Ia percaya, restu orang tua akan membuka lebar jalannya untuk sukses. Perlahan-lahan ia mencoba membuka diri dan berusaha lebih percaya diri. Ia pun mengaku merasa lahir kembali sebagai sosok baru yang lebih outgoing, humble, dan mulai memperhatikan penampilan.

Tanpa meninggalkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Vira melakukan berbagai persiapan. Salah satunya mengikuti ajang Cak Ning, yaitu pemilihan duta wisata Kota Surabaya. Tapi  ternyata, ia harus puas sebagai juara dua dan juara favorit. Padahal, saat itu ia merasa telah membuat persiapan matang berbulan-bulan sebelumnya.

“Cak Ning itu menjadi ajang uji coba saya sebelum melangkah ke pemilihan Puteri Indonesia. Saat itu saya menyadari bahwa kekurangan saya ada di public speaking dan penguasaan diri di atas panggung. Kemampuan saya bicara di depan umum masih kurang bagus karena cara bicara saya tidak teratur,” aku Vira.
Advertisement

Untuk memperbaiki kekurangan itu, Vira giat memperbanyak jam terbang di dunia modeling. “Di modeling membuat saya berinteraksi dengan orang banyak,   sekaligus tempat belajar untuk penguasaan diri di atas panggung,” kata sulung dari tiga bersaudara ini. Untuk itu, ia mengaku sempat melakukannya tanpa sepengetahuan orang tuanya. Maklum, orang tuanya takut nilai akademisnya akan turun jika terlalu sibuk di modeling.  

Wajar memang kekhawatiran orang tuanya, karena secara akademis Vira adalah mahasiswi yang diperhitungkan di kampusnya. Tahun 2011, ia ikut program studi tur ke Korea Selatan untuk berbicara tentang lingkungan hidup. Selain itu, ia juga menjadi wakil kampusnya sebagai salah satu delegasi Indonesia di Harvard National Model United Nations Conference 2012 di Boston, Amerika Serikat.

“Di ajang itu saya masuk dalam delegasi yang membahas soal “Perlukah konferensi Jenewa itu direvisi?”  Bersama mahasiswa lainnya dari mancanegara kami melakukan simulasi sidang PBB dan mencari berbagai solusi,” katanya, bangga. Selama dua minggu ia belajar banyak tentang semangat anak muda dari negara-negara lain dan melihat kerja keras serta dedikasi mereka.

Prestasi akademis itu tak Vira dapatkan dengan mudah. Ia harus mengikuti berbagai tes sebelum akhirnya terpilih mewakili kampusnya di ajang internasional. “Saya tahu apa yang saya mau. Untuk mendapatkannya, saya akan berusaha semaksimal mungkin,” ungkapnya. Selalu bekerja keras dan melakukan persiapan dengan maksimal memang menjadi prinsip hidupnya.

Hal serupa juga ia lakukan saat menghadapi pemilihan Puteri Indonesia. Jauh-jauh hari sebelum ajang pemilihan ini dibuka, Vira mengikuti training kilat di Singapura, khusus untuk memperkaya pengetahuannya tentang make up, hair do, styling, dan belajar tentang pengembangan kepribadian. Tak heran saat tampil di atas panggung dan ketika menghadapi pertanyaan-pertanyaan juri, Vira tampak percaya diri dan mampu mengontrol jawaban serta emosinya. Ia menjadi bintang di pesta itu.

“Saya percaya keberuntungan itu selalu ada. But to get that luck, you need preparation. Mungkin persiapan matang ini yang menjadi kelebihan saya dibandingkan finalis lainnya,” katanya, mantap.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?