Pecenongan pernah berjaya sebagai salah satu ‘sangkar’ makanan enak di tahun ’70-an. Seakan sama bergengsi layaknya kawasan Pantai Indah Kapuk kini. Pecenongan kini kembali diperbincangkan setelah munculnya Martabak Toblerone yang jadi antrean di Martabak 65A Pecenongan. Jojo Ramen membidik peluang ini, mengisi kosongnya kehadiran restoran ramen di kawasan yang kembali hangat ini.
Menyikapi ketatnya persaingan ramen di Jakarta, Johan Nainggolan, chef Jojo Ramen, menetapkan standar dalam racikannya, seperti menggunakan ikan tuna sebagai penyedap rasa pada kaldu dan meracik mi nontelur. “Ketiadaan telur adalah trik agar mi tetap kenyal, walau terendam dalam kuah panas,” tutur Johan.
Pelanggan bisa memilih kaldu ayam atau kaldu babi untuk dijodohkan dengan mi dan ragam topping. Tiap kaldu dibuat dalam empat varian rasa, yaitu bawang putih, arak merah, original, dan miso. Rasa rempah dalam kaldu ternyata terasa tegas dalam campuran arak. Tubuh pun hangat setelah meneguknya.
Sejalan dengan tren, Toblerone Maki adalah eksplorasi Johan berupa potongan Toblerone dengan salutan adonan tepung yang tipis dan mulus. Pada gigitan pertama, lelehan cokelat meluap hingga mengotori bibir. Satu porsi menu penutup ini pun femina tandaskan, walau cokelatnya perlahan melunturi lipstik. (EF)
Alamat: Jl. Batu Tulis Raya No. 52B, Pecenongan. Jakarta Barat. Telp: (021) 3805894. Jam buka: 10.00-15.00 WIB dan 17.00-22.00 WIB. Harga*): Rp30.000 - Rp175.000 (belum termasuk pajak 15%). Suasana: Dipenuhi dengan interior kayu dan sentuhan warna merah di beberapa kursinya.