Tampak mural wajah Ken di dinding utama, dalam ruangan yang dipenuhi meja-meja dari replika oak barrel dan kursi warna cerah. Oak barrel adalah gentong kayu oak untuk mendiamkan wine. Sebuah blog lokal menyebutkan, tempat ini salah satu dari 10 tempat hang out terbaik di kota ini.
Lokasi Pipe and Barrel strategis, berseberangan dengan sekolah Katolik St.Louis 1 yang prestisius. Tampak sejumlah pelajar asyik menyedot Cotton Candy Drink, minuman dingin yang tengah jadi bahan omongan anak muda Surabaya. Tampilannya imajinatif, dan tersedia dalam rasa unik bubble gum, taro, hingga red velvet.
Di sini, Ken mencurahkan kegemarannya terhadap comfort food. Coba Silly Cheese Steak, plesetan dari Philly Cheese Steak. Saus keju dan mayonesnya jorjoran, menyelimuti potongan steak sapi, pickles (acar), dan bawang bombay. Kompleks, namun menyatu dalam proporsi yang sesuai.
Istri sekaligus manajer Ken, Rosiana Alim, yang siang itu menemani, mengaku buta memasak, namun sukses menampilkan diri sebagai host yang baik. Makanan yang baik, diiringi sambutan hangat adalah dua hal penting di bisnis food and beverage. Beruntung Pipe and Barrel memiliki keduanya.
Alamat: Jl. Polisi Istimewa No.22, Surabaya.
Telp: (031) 5683275.
Jam buka: 10.00-23.00 WIB.
Harga: Mulai dari Rp18.000 (belum termasuk pajak 10% dan service charge 3%). Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Cek sebelum bersantap.
Suasana: Kasual, dilengkapi area makan luar ruang di bagian belakang.