Selama ribuan tahun, angin dan air hujan mengalir ke lembah, menyebabkan erosi, kemudian membentuk struktur dan pahatan-pahatan yang dikenal dengan fairy chimney. Ini adalah bongkahan batu tinggi dan bertopi yang bentuknya kerucut atau seperti jamur.
Meski alamnya tampak kering dan kurang bersahabat,Cappadocia ternyata bisa ditinggali oleh manusia. Kehidupan manusia di Cappadocia dimulai sejak peradaban Assyrian. Konon, masyarakat zaman itu pemikirannya sudah amat maju. Terbukti dengan ditemukannya peninggalan dari masa itu yang dikenal dengan Prasasti Cappadocia, yang ditulis dalam bahasa Assyrian kuno. Prasasti ini menunjukkan kemajuan perdagangan mereka, dengan adanya naskah kuno berisi metode pajak, tingkat bunga, hingga kontrak pernikahan.
Pusat Peradaban Masa Lalu
Memang daerah ini menyediakan banyak hal bagi mereka yang ingin mencari kedamaian. Tak mengherankan, begitu banyak yang dikembangkan untuk menunjang kehidupan mereka. Sistem ventilasi, saluran air, keamanan, sumur, hingga sistem pengumpulan sampah membuat turis terkagum-kagum. Bahkan, dulu di Cappadocia dapat ditemukan lebih dari seribu gereja, yang memiliki konstruksi dan dekorasi amat indah. Hingga kini lukisan dan hiasan masih bisa kita nikmati di dinding gereja batu.
Underground Cities
Awalnya, penduduk Cappadocia menggali lubang di bebatuan vulkanik untuk melindungi diri dari binatang buas dan cuaca musim dingin yang ganas. Sejalan dengan waktu, mereka memperluas gua-gua dan menggali yang baru sesuai dengan kebutuhan. Hingga akhirnya terbentuklah kota dalam tanah yang saling terhubung oleh terowongan berliku-liku seperti labirin. Di saat perang, kota bawah tanah ini menjadi tempat berlindung dari serangan musuh.
Budaya Keramik Berusia Ribuan Tahun
Avanos adalah kota pertama penghasil keramik terakota di Cappadocia. Tanah vulkanik di bawah Kota Avanos dan mineral sedimen dari Sungai Kizilirmak merupakan bahan baku berkualitas bagus untuk pembuatan keramik. Di Urgup, Anda juga bisa menemukan keramik cantik dengan tempat pembuatannya yang menarik, yaitu di gua bawah tanah. Udara dan kelembapan bawah tanah Cappadocia tampaknya memang cocok untuk pembuatan keramik berkualitas baik.
Di dalam gua, saya melihat cara pembuatan keramik, mulai dari proses pembentukan, pembakaran, hingga pengecatan yang dilakukan dengan amat hati-hati. Beragam pola dan bentuk begitu menggoda pengunjung untuk membelinya. Tak perlu bingung memikirkan bagaimana membawanya, karena mereka akan membungkusnya dengan rapat dan aman, sehingga tidak akan pecah jika dibawa naik pesawat.
Belanja Permadani
Di Urgup, saya juga berkunjung ke sebuah pabrik karpet. Jangan salah, pabrik ini rupanya memang biasa dikunjungi turis-turis. Saya dan rombongan digiring ke sebuah ruang besar. Di situ, pemilik pabrik menerangkan asal-usul hingga cara pembuatan karpet. Setelah itu ia dan anak buahnya mulai menggelar karpet-karpet indah berbagai pola yang amat menarik hati. Tak perlu bingung membawanya. Dengan harga sekitar 1.000- 15.000 dolar AS, mereka bisa mengirimnya langsung ke alamat rumah di Indonesia.
Balon Udara
Selain berwarna-warni, besar keranjang dan ukuran balon udara pun berbeda-beda dengan kapasitas antara 6 hingga 24 orang. Menggunakan udara panas, balon akan terbang hingga ketinggian 1.000 m tanpa pengaman apa pun!
Memilih operator yang tepercaya dan profesional adalah keharusan, sebab dibutuhkan balon udara dengan kondisi sempurna dan kapten (pengemudi) yang berpengalaman untuk mengendalikan balon. Balon akan melayang mengikuti angin yang membawanya. Tugas kapten adalah mengatur semburan gas dan api sesuai dengan kecepatan angin serta ketinggian balon.
Balon yang saya tumpangi naik perlahan-lahan. Di ketinggian sekitar 30 meter, balon menyusuri tebing yang dipenuhi rumah batu dan fairy chimney yang kini dihuni oleh burung-burung merpati. Indah sekali! Balon terus naik hingga ketinggian 1.000 m. Melayang di ketinggian itu, antara senang dan berdebar rasanya. Setelah sekitar 1 jam melayang, balon yang membawa saya pun mendarat. Sampanye dan kue kecil telah siap menyambut. Sebuah perayaan yang manis untuk menutup petualangan.
Penting Anda Tahu
- Dari Istanbul, Anda bisa menggunakan direct flight dengan Turkish Airlines, ke Nevsehir, kota di Cappadocia. Lama penerbangan sekitar 1 jam 15 menit.
- Jika ingin menikmati pemandangan, Anda bisa terbang dari Istanbul ke Antalya dan melakukan perjalanan dengan overnight bus ke Cappadocia sekitar 10-11 jam. Di perjalanan, Anda bisa berhenti di Konya untuk berkunjung ke makam dan museum penyair terkenal, Jalaludin Rumi.
- Berbagai hotel dari kelas motel, bintang 4, hingga butik hotel tersedia di Cappadocia. Tarif antara Rp350.000 - Rp3 juta. Di Kota Urgup, tersedia hotel dan agen perjalanan yang bisa menyediakan tur, termasuk naik balon udara.
- Jika tujuan utama adalah naik balon udara, musim semi dan panas, sekitar bulan Mei – Agustus adalah saat paling tepat.
- Saat musim dingin lanskap Cappadocia yang unik akan tertutup salju, menyajikan pemandangan menakjubkan.