Demikian juga dengan memberikan baju merek premium. Tak ada yang salah jika ingin memberikan anak baju bermerek. Jika Anda mampu, kenapa tidak? Namun, akan lebih baik jika Anda melihat juga usia si anak. Anak balita pasti tidak peduli mau dipakaikan apa saja, karena tidak mengerti.
Namun, supaya anak tidak merasa lebih atau berbeda dari yang lainnya, sebaiknya ditekankan ke anak kalau membeli sesuatu lebih kepada fungsinya. Misalnya, kenapa kita membeli baju merek ini? Bukan karena harganya mahal, tapi karena bahannya bagus, lebih awet, dan lain-lain. Jadi yang ditonjolkan itu harus yang menunjukkan kualitas barang tersebut.
“Dengan demikian, anak-anak jadi tahu kalau dibelikan barang tersebut karena kualitasnya bagus, awet, tidak gampang sobek, warnanya tidak mudah pudar, bukan karena mereknya dan mahalnya. Mahal adalah efek sampingnya saja. Ini akan membuat anak memandang sesuatu dengan logis, bukan emosional,” ungkap Vera.
“Nah, yang mengenakan baju mahal dan bolak-balik menyebutkannya, biasanya secara finansial pas-pasan. Sedangkan orang yang mampu akan merasa bahwa memiliki barang dengan merek-merek mahal itu bukan hal istimewa, biasa saja. Jadi ia tak akan menyebutkannya di depan umum,” ujar Dean.
Yang menunjukkan bahwa sebuah merek mahal amat berarti buat dia, ini karena ia ingin menunjukkan effort-nya. “Bahwa ia sudah mencapai suatu titik ingin diketahui semua orang kalau ia sudah mampu membeli merek A. Istilahnya, knocking tetangganya. ‘Ini lho, saya bisa membelikan anak saya merek ini,’” ungkap Dean.