Sex & Relationship
Bolehkah Memata-Matai Pasangan?

8 Aug 2011

Ikatan pernikahan seharusnya dibangun dengan rasa cinta dan percaya. Sebaiknya masing-masing pihak tidak menaruh prasangka terhadap pasangan. Namun, bagaimana jika pasangan menunjukkan keanehan? Mulai dari perilaku yang tidak biasa, komunikasi tidak berjalan baik, bahkan ketahuan berbohong.

Menurut psikolog Ratna Adam, wajar jika Anda memiliki rasa curiga. Seorang wanita memang memiliki feeling atau perasaan yang kuat dan kebanyakan perasaan tersebut benar. Memata-matai pasangan tidak diharamkan demi mencari tahu apakah kecurigaan Anda benar atau salah. Tapi, apakah Anda siap dengan segala konsekuensinya? Bisa saja pasangan Anda terbukti berkhianat dan akibatnya berpengaruh pada perkawinan Anda.

Advertisement
Meski memata-matai  merupakan hal yang biasa dilakukan pasangan, Ratna menegaskan, di saat kecurigaan muncul, rasa percaya pada pasangan harus tetap ada. “Karena kepercayaan adalah fondasi dalam sebuah hubungan,” kata Ratna. Anda harus berhati-hati. Jika salah melangkah ketika memata-matai pasangan, bisa jadi hubungan Anda malah menjadi lebih buruk.

Jika Anda mulai dengan pikiran negatif, jatuh-jatuhnya Anda akan menyelidiki dengan penuh kecurigaan dan prasangka. Anda jadi fokus mencari kesalahan pasangan. Padahal bisa saja pasangan tidak melakukan hal seperti yang Anda pikirkan. Karena itu, menurut Ratna, lebih baik memata-matai pasangan untuk lebih mengenal pasangan dari sudut pandang berbeda, bukan justru memperkeruh keadaan dengan mencari-cari kesalahan. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?