Menjalankan bisnis bersama kawan merupakan suatu keuntungan, apalagi jika Anda sudah berkawan lama, ada Chemistry diantara Anda berdua sehingga memudahkan kerjasama dalam proses kreatif karena ada rasa saling percaya dalam menjalankan usaha, termasuk transparansi pembagian profit.
Misalnya, dengan modal dari seorang teman, Anda mendapatkan gaji berupa pembagian profit. Jadi, posisi Anda seperti mitra usaha. Usaha cukup berkembang namun belakangan sistem menjadi kacau karena adik teman memutuskan untuk turut campur tangan dalam usaha Anda berdua.Dia juga seolah-olah menjadi pihak yang berkuasa, sehingga seperti ada dualisme bos sekarang ini.
Di satu sisi, Anda masih betah mengelola bisnis ini. Tapi, di sisi lain Anda juga tak tahan dengan polah adik teman Anda. Bagaimana cara mengadukan hal ini kepada teman Anda atas sikap adiknya yang memperlakukan Anda sebagai pegawai, bukan rekan bisnis kakaknya?
Menurut Rhenald Kasali, Pendiri Rhenald Kasali School for Entreprenuer, "Pada usaha yang melakukan kemitraan, sementara mitra Anda tidak terjun secara langsung, hal-hal seperti yang terjadi pada Anda memang sering kali muncul. Apalagi, mungkin, keluarga dari mitra Anda itu mengetahui bahwa pemegang modal adalah saudaranya, bukan Anda,".
Di benak kebanyakan orang, si pemegang modal adalah penguasa dari sebuah bisnis. Padahal, belum tentu begitu. Modal tanpa pengelola manajemen bisnis yang baik juga akan hancur.
Hal pertama, Anda perlu mencamkan pada diri Anda dulu, bahwa Anda bermitra dengan rekan Anda, bukan dengan keluarganya. Dengan demikian, masuknya anggota keluarga yang kemudian mengacaukan bisnis yang selama ini dikelola dengan baik, jangan dibiarkan begitu saja.
Hal kedua, Anda harus membicarakan secara terbuka dengan mitra Anda. Lakukan secepatnya, dan cari waktu yang tepat. Mengapa harus secepatnya? Karena, chemistry yang berbeda di antara pengelola usaha akan menjadi benih kehancuran usaha. Ungkapkan semua harapan Anda, dan hal-hal yang mengganjal di hati Anda. Siapkan segala bukti atau realitas yang mendukung.
Hal ketiga, bila setelah berbicara, mitra Anda itu tetap ingin memasukkan anggota keluarganya dan tidak bisa bekerja sama, maka Anda pun harus terbuka dan menyampaikan rencana-rencana Anda. Pada titik terakhir, bila tak ada jalan untuk kompromi, Anda bisa meminta bagian usaha Anda dan memisahkan diri.(YUN)