“Putu mayang habis diborong. Tapi masih ada putu bambu, 10 buah klepon, dan 4 buah lopis,” jelas Anton. Duh, lagi-lagi kehabisan putu mayang.
Konsistensi Anton dalam menjaga kualitas putu medan, putu mayang, lopis, dan klepon selama 10 tahun, menumbuhkan loyalitas pada pelanggan. Langkah instan, enggan dilakukannya. Ia hanya menggunakan tepung beras yang dipesan khusus dari penggiling tepung agar tekstur kue lebih pulen.
Putu bambu juga masih dicetak dan dikukus dalam selongsong bambu, serta dibuat mendadak. “Saya juga pantang menambahkan pewarna sintetis karena samar akan timbul rasa pahit,” tegasnya. Catatan untuk pengusaha kuliner masa kini yang banyak mengadopsi jalan pintas.
Bila masih ada lopis, jangan lupa minta dibungkus. “Awet hingga 2 hari bila disimpan di dalam lemari es. Bila lopis sudah tidak lengket saat dibuka, artinya sudah tidak bagus,” pesan Anton. (f)
Alamat: Pasar Kembang Cikini, Jakarta Pusat.
Telp: (021) 70534994.
Jam buka: 17.00-22.00 WIB.
Harga*): Rp2.000.
Suasana: Penjual kaki lima dengan gerobak dorong. Tersedia kursi plastik untuk menunggu pesanan atau makan di tempat.
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.