Merasa puas pun menurutnya bisa dilatih dengan belajar bersyukur tiap saat, tiap hari. Paradoksnya, makin hati kita mampu bersyukur, makin banyak hal yang kita temukan pantas kita syukuri. Makin kita tidak mampu bersyukur, makin kita sulit menemukan apa yang layak disyukuri. “Aurelius Augustinus (354-430), seorang pujangga dari Hippo (Algeria), mengungkapkannya demikian: ‘My heart is restless until it finds its rest in Thee.’ Bagi Augustinus, hanya Tuhan yang bisa memuaskan kehausan jiwanya,” ujar Toto. (f)