Perbaikan-perbaikan baru mungkin terjadi jika ada perubahan pemilik, pergantian kepemilikan saham, maupun perombakan manajemen. Jika perubahan-perubahan itu tidak terjadi, keputusan paling aman bagi Anda yang bekerja di perusahaan yang tengah menghadapi kasus maupun reputasi buruk adalah segera mengundurkan diri. “Karyawan-karyawan yang bekerja di dalam kondisi seperti ini pasti mengalami desakan-desakan dari dalam diri untuk segera mundur. Demi masa depan Anda, memang sebaiknya Anda mencari peluang lain yang lebih baik,” saran Tuti.
Keputusan untuk mengundurkan diri bisa jadi tepat karena Anda tidak memiliki kendali terhadap pengelolaan manajemen yang buruk atau reputasi buruk perusahaan. Sebesar atau sebaik apa pun kontribusi Anda, jika Anda tidak memiliki akses atau kendali terhadap keputusan-keputusan penting, tentu Anda tidak bisa membuat perubahan yang signifikan.
Meski begitu, Tuti menambahkan bahwa ada beberapa kondisi lain yang perlu Anda evaluasi dan menjadi bahan pertimbangan ketika terombang-ambing di antara dua pilihan. Yang terutama adalah adanya peningkatan kompetensi. “Dalam berkarier, hal yang terpenting bukanlah seberapa besar gaji, tunjangan, maupun bonus yang Anda peroleh. Seberapa banyak ilmu yang Anda pelajari dan seberapa berkembangnya kompetensi seharusnya menjadi tujuan utama Anda ketika bekerja,” jelasnya.
Ketika Anda sudah berkarier, perusahaan adalah ‘sekolah’ tempat Anda terus memperdalam ilmu dan mengasah kompetensi. “Kompetensi Anda tergantung dari apa yang Anda kerjakan. Ketika tanggung jawab Anda bertambah, kompetensi Anda pun meningkat,” ungkap Tuti.
Berbeda situasinya bila lingkup tanggung jawab Anda tidak bertambah ataupun berkembang, tentu kompetensi dan kemampuan Anda pun jalan di tempat. Kalau sudah begitu, pengalaman Anda bekerja di perusahaan tersebut pun tidak membuahkan apa-apa. “Jika ini sudah terjadi, maka sudah saatnya Anda mempertimbangkan untuk mencari peluang lain yang lebih baik,” ujarnya. (f)