Sex & Relationship
Awal Kecil, Hasil Besar

27 Mar 2013

Kompromi dalam sebuah hubungan harusnya diawali dengan hal-hal yang paling kecil. Menurut Dr. Adriana Ginandjar, M.S. Psikolog, Konselor Perkawinan & Keluarga, teramat sering sebagai konselor perkawinan ia melihat pasangan datang dengan masalah ‘kompromi’ yang besar. Salah satunya, istri ingin agar suaminya yang sejak dulu memiliki pembawaan go with the flow mengikuti jejaknya, dan menjadi pria yang ambisius.

Padahal, agak mustahil mengubah sesuatu yang sudah menjadi bagian dari karakter, atau pembawaan yang sudah mendarah daging. Dalam situasi seperti ini, memaksakan sebuah kompromi sama halnya dengan menyulut api emosi. Masing-masing pihak akan frustrasi, karena merasa bahwa pasangan mereka tidak benar-benar melakukan yang terbaik untuk ‘membenahi diri’.

Menurut Adriana, banyak pasangan yang masih memakai pendekatan yang salah. Untuk membicarakan hal yang penting, mereka perlu mencari waktu khusus, duduk bersama, dan membicarakan segala sesuatunya secara tuntas. Kenyataannya, karena sulit mencari waktu, akhirnya malah tidak ketemu-ketemu. ”Sebenarnya pembicaraan ini bisa dicicil, tidak harus dipadatkan dalam satu waktu, dan tidak perlu menentukan waktu khusus. Tetapi, cari kesempatan ketika pasangan terlihat relaks,” saran Adriana.
Advertisement

Menurut pengalaman, ketika permasalahan dibicarakan dalam satu momen, maka intensitas emosionalnya akan terlalu tinggi. Sehingga mereka malah jadi saling bersitegang dan bukan kompromi. Di satu sisi ada pihak yang memaksakan keinginan, dan di sisi lain ada pihak yang merasa belum siap.

Adriana melanjutkan, cobalah untuk fokus pada hal-hal kecil sederhana yang justru menjadi pemersatu Anda dan pasangan. Misalnya, hal-hal apa yang selalu membuat Anda berdua bahagia. Apakah itu ketika sedang berburu barang antik di pasar loak, atau mengantar anak-anak bermain. Atau seperti kisah Novita, dengan menghabiskan waktu berdua saja di Semarang. “Hal-hal kecil yang bisa diubah ini yang akan membuat pasangan lebih optimis terhadap perkawinannya,” ujar Adriana. Tentunya pendekatan ini akan lebih mudah, daripada ketika Novita memaksakan suaminya untuk berubah menjadi orang lain.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?