Latar belakang sebagai produser, menurut Dinna sangat membantu dalam menggarap film yang dibuat dalam jadwal dan budget yang cukup ketat. “Dengan waktu syuting 15 hari plus perjalanan, total syuting di luar negeri selesai dalam waktu tiga minggu. Dan dengan hanya mengandalkan 13 kru (termasuk dua bintang utama),” terang produser Leni Lolang dari Inno Maleo Films.
“Umar Kayam juga belum pernah menginjakkan kaki di New York saat menulis Seribu Kunang-Kunang di Manhattan. Saya hanya mengandalkan riset di internet dan buku-buku yang saya,” ungkap Titien yang juga tidak mengikuti proses syuting di luar negeri. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang baginya untuk memvisualisasikan keindahan benua Eropa yang terwakili dengan baik melalui pemilihan kelima kota tujuan. Inspiratif dan segar, karena penonton dapat menyaksikan sudut lain dari kelima kota tersebut, yang cukup menarik untuk dieksplorasi.
Naomi Jayalaksana
Foto: Dok. Inno Maleo