Mungkin ini ada kaitannya dengan adagium yang berkembang di ranah dunia maya: don’t feed the trolls. Ini mengacu pada orang-orang yang memang hobi memancing emosi orang lain. Karena, begitu kita terpancing dan ikut memanas sehingga lepas kontrol, maka kita seperti memberi makan kepada para troll itu.
Kenyinyiran orang di media sosial, menurut Rizka Halida, dosen psikologi sosial, Universitas Indonesia, lebih tepat kalau dikatakan bahwa orang pada dasarnya punya kebutuhan untuk mengekspresikan diri. Ekspresi diri bisa berupa pernyataan tentang sikap atau pendapat terhadap sesuatu atau orang lain. Sikap atau pendapat itu bisa positif (setuju, suka) maupun negatif (tidak setuju, tidak suka).
“Nah, ‘nyinyir’ itu masuk kategori negatif dalam menyatakan sikap atau pendapat, tetapi dengan cara yang tidak pantas, seperti menyindir, mengata-ngatai, atau komunikasi agresif apa pun yang tujuannya menyerang, mempermalukan dan menjelekkan targetnya. Istilahnya flaming,” jelasnya. (f)