“Pekerjaan saya penyanyi. Bukan penyanyi jazz,” kata Andini Aisyah Hariadi (27) yang akrab disapa Andien. Sosok Andien yang terus eksis di dunia tarik suara dengan prestasi gemilang membuat femina memilihnya sebagai model sampul femina edisi HUT ke-40. Sambil bersiap untuk sesi pemotretan, Andien meluangkan waktu berbincang dengan femina tentang musik, jazz, dan inspirasi di sekitarnya.
JATUH HATI PADA JAZZ
Musik berirama jazz sering disandingkan dengan Andien. Wanita yang kini pede berambut pendek ini mengaku ‘berat’ dengan predikat tersebut. Yang ia takutkan, ekspektasi orang akan berlebihan saat ia menyanyikan lagu-lagu berirama jazz. “Karena album pertama saya nge-jazz, lalu orang ramai bilang saya penyanyi jazz. Saya hanyalah pencinta jazz,” ungkap Andien.
Sejak usia belia, Andien sudah jatuh hati pada musik, terutama jazz. Tidak hanya mendengarkan, Andien juga fasih menyanyikannya. “Aku dari kecil memang enggak suka nyanyi lagu anak-anak. Sukanya nyanyi lagu dewasa, lagu jazz,” ungkap Andien, sambil tersenyum. Tak jarang, ia juga menyanyikan lagu dari genre musik lainnya yang ia sukai.
Oleh ayahnya, Didiek Hariadi, Andien dimasukkan ke sekolah musik Elfa Music Secioria (EMS). Di sinilah bakat musiknya mulai terasah. Andien kecil pun mencuri perhatian alm. Elfa Secioria, pemimpin EMS. Ukuran tubuh boleh mungil, tapi suara Andien bisa dibilang sudah matang.
Alhasil, Andien sering diikutsertakan dalam kontes menyanyi internasional. Prestasinya pun membanggakan. Pada tahun 2000, Andien berhasil meraih Cooper Prize di ajang Shanghai Asia New Singer Competition-Shanghai Asia Music Festival, di Shanghai, Cina.
Advertisement