Dalam rangka mempromosikan film terbaru The Amazing Spiderman 2: Rise of Electro, Femina diundang oleh Sony Pictures Indonesia menghadiri press conference pada 27 Maret lalu, bertemnpat di Master Card Theatre, Marina Bay Sands, Singapura. Press conference yang juga dihadiri oleh para pendukung film seperti Andrew Garfield, Emma Stone, Jamie Foxx, sutradara Marc Webb , serta produser Matt Tolmach dan Avi Arad ini berlangsung sangat meriah. Sekitar 500 fans yang juga hadir di sini pun menunjukkan antusiasme luar biasa yang langsung disambut lambaian tangan Andrew, Emma, dan Jamie. Sesekali, para bintang Hollywood itu juga melayani permintaan foto bersama.
Membicarakan sekuel film arahan Mar Webb ini, Andrew, pemeran Peter Parker, mengaku bersemangat bisa kembali memerankan karakter yang sudah menjadi idolanya sejak masih berusia 3 tahun. “Saat menghadiri Halloween Party, saya mengenakan kostum Spiderman yang dijahit khusus oleh ibu saya,” kenang pria yang terkenal lewat film The Social Network ini, berbinar. Tak berbeda dengan Emma Stone yang saat itu tampil cantik mengenakan rok terusan warna fushia. Ia pun mengaku senang bisa kembali memainkan sosok Gwen, kekasih Peter Parker ini.
Demikian pula dengan Jamie Foxx yang tampak antusias mengisahkan karakternya sebagai Electro, musuh terbaru Spiderman. Meski sosok Electro dalam komik direpresentasikan oleh pria kulit putih, Jamie Foxx yakin jika ia tetap bisa menampilkan tokoh villain itu dengan baik. “Jika selalu mempermasalahkan warna kulit, kita tidak akan bisa maju. Pemikiran picik seperti itu hanya akan membatasi kesempatan kita dalam meraih kesuksesan,” papar Jamie, yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari para jurnalis dan fans.
Bagi Marc Webb, penggarapan The Amazing Spiderman 2 ini terbilang tak terlalu sulit bila dibandingkan dengan yang pertama. Sebelumnya, ia merasa harus melakukan semacam ‘trial & error’ untuk menguji karakter Superhero dalam atmosfer yang lebih fun, witty, dan ceria. Ini jelas berbeda dengan tokoh Peter Parker sebelumnya yang terbilang lebih muram dan misterius.
“Saya melakukan riset mendalam tentang Spiderman sesuai versi komiknya. Meski susah, saya berhasil menciptakan sosok superhero baru dan membuktikannya di film ini,” ujar Marc, bangga.
RIZKA AZIZAH
FOTO: RIZKA AZIZAH