Kontrasepsi dengan suntikan atau disebut juga combined injectable contraceptive (CIC) pertama kali diproduksi pada tahun 1950-an. Dipopulerkan oleh dr. K Junkman, yang mencampurkan obat semacam estradiol dengan hormon progesteron. Campuran ini ternyata memiliki efek kontrasepsi yang bisa tahan lama. Pada tahun 1970-an sempat merebak kontroversi tentang penggunaan kontrasepsi suntik ini. Penyebabnya lebih karena penanganan yang dilakukan oleh dokter tidak disertai dengan penjelasan kepada pasien.
Ficky Yusrini