Selain motivasi diri dan keluarga, dukungan dari sesama penderita juga bisa membuat kita makin tangguh menghadapi penyakit yang mendera. Untuk beberapa penyakit berat, biasanya ada support group. “Pada dasarnya kalau kita berada di dalam satu grup yang sama, kita berada dalam lingkup ‘penderitaan’ yang sama. Jika kita berbicara dengan orang yang sehat, detail-detail ‘penderitaan’ yang kita alami tidak akan dimengerti oleh orang yang sehat,” papar Nessi.
Nur yang tadinya tidak percaya diri karena hanya bisa bertumpu pada satu kaki, memutuskan untuk mulai berani membuka diri dan menjalin relasi dengan sesama penderita kanker. “Melalui sebuah yayasan kanker, kami sering kali bertemu, saling curhat, untuk menguatkan diri. Saya merasa keputusan untuk merelakan kaki saya diamputasi dokter merupakan keputusan yang tepat. Ini seperti memberi saya kesempatan untuk hidup lebih lama,” tambahnya, penuh syukur.(RULLY LARASATI)