Mempunyai pendapatan yang tinggi belum menjamin seseorang mempunyai keuangan yang sehat. Begitu juga, seteguh-teguhnya kita mengatur keuangan, kebocoran anggaran pribadi masih bisa terjadi. Belum lagi, kondisi darurat yang mengakibatkan kita terpaksa merogoh kocek, mengganggu lalu lintas cash flow.
Berikut beberapa solusi untuk mengatasi sumber-sumber kebocoran anggaran oleh financial planner, Sari Insaniwati, CFP, dari MRE Financial & Business Advisory.
Over Spending
Belanja sampai over spending biasanya terjadi pada saat belanja bulanan di supermarket, tiba-tiba semua menjadi penting untuk dibeli. Untuk mengatasinya, siapkan catatan belanja dari rumah dan belilah barang yang hanya ada di catatan. Jika kita merasa terlalu kaku, coba dengan menetapkan batas anggaran yang boleh digunakan. Coba gunakan uang tunai saja untuk membayar dan tinggalkan kartu kredit di rumah.
Cobalah mulai membuat anggaran, mulai dari menggunakan catatan manual sampai aplikasi di gadget. Dalam membuat rencana dan alokasi anggaran untuk pengeluaran, sesuaikan dengan gaya hidup dan kebutuhan Anda. Jika Anda termasuk orang yang sering bepergian ke luar kota, tentunya punya kebutuhan berbeda dengan mereka yang tidak sering-sering ke luar kota. Begitu juga bagi Anda yang punya keluarga besar, tentu harus menyiapkan anggaran tersendiri untuk berbagai acara keluarga.
Impulse Purchase
Pernah jalan-jalan di mal dan setelah pulang ke rumah Anda baru menyesal telah membeli barang yang tidak terlalu diperlukan? Kadang-kadang, pembelian ini didasarkan pada anggapan: “Kapan lagi ada barang bagus dan murah kayak gini?” Jika Anda tergoda untuk membeli barang tanpa rencana, cobalah tunda dahulu pembelian tersebut minimal 1x24 jam. Biasanya, setelah pikiran jernih, baru kita bisa memutuskan perlu tidaknya membeli barang tersebut.
Banyaknya tawaran sale di bulan tertentu bisa Anda manfaatkan untuk membeli barang yang selama ini Anda butuhkan. Sering kali harganya jauh lebih rendah dari harga normal. Tapi ingat, jangan sampai terjebak untuk membeli apa pun yang sedang didiskon tanpa mempertimbangkan anggaran.
Ficky Yusrini