Trending Topic
"Obat" Baru: Bunga!

30 Jul 2014

Sejak zaman dahulu sudah banyak orang menyadari ‘kekuatan’ yang terkandung dalam sekuntum bunga. Menurut dr. Florentina R. Wahyuni, CQ.Phy, CHt, CI, ahli kesehatan holistik dari Rumah Sakit Melia Cibubur, mandi bunga memiliki energi yang dapat memengaruhi sistem saraf dan darah. Kini pemanfaatan bunga dilakukan dengan banyak cara. Semua dipercaya membantu Anda hidup lebih sehat dan bahagia. Salah satunya melalui terapi Bach Flower Remedies.
 
Sistem penyembuhan berbasis energi yang dapat menyeimbangkan kondisi mood dan mental menjadi lebih bahagia. Sistem ini dikembangkan oleh Edward Bach, seorang dokter yang juga ahli bakteri asal Inggris, pada tahun 1930-an. Selama 19 tahun risetnya, ia menyimpulkan, ada 38 jenis bunga yang mampu menangani jutaan kondisi batin manusia.
 
“Meski risetnya dilakukan di tahun 1930-an, pada dasarnya jenis emosi manusia seperti ketakutan, ragu-ragu, kesepian, atau cemburu masih sama hingga saat ini. Riset Bach masih relevan diterapkan sampai sekarang,” ujar Reza Gunawan, praktisi kesehatan holistik yang juga pakar Bach Flower Remedies.

Sayangnya, jenis-jenis bunga yang diteliti Bach sangat spesifik dan tidak mudah ditemui di sembarang tempat. Sebut saja bunga willow, chesnut bud, dan cerato. Namun demikian, produk Bach Flower Remedies itu kini bisa diperoleh dengan mudah di toko pengobatan holistis. Bahkan, ’racikannya’ juga bisa dibuat sendiri, tentunya sesuai dengan petunjuk buku yang ditulis Bach. Untuk membuatnya, Anda bisa menanam jenis bunga-bunga yang disebut dalam buku Bach.

Adapun cara membuatnya cukup celup bunga ke dalam mangkuk kaca berisi air, lalu dijemur panas matahari selama 3 jam, atau digodok dengan api kecil selama setengah jam. Setelah itu, ditambahkan pengawet berupa cairan brandy  atau cuka apel, lalu simpan di dalam botol kaca. Menggunakannya cukup mudah, bisa dengan meminumnya langsung beberapa tetes atau mencampurnya dengan air dan meminumnya. 

Menurut Reza, beberapa khasiat bunga adalah untuk memulihkan keletihan fisik dan mental, misalnya bunga zaitun. Selain zaitun, favorit Reza yang lain adalah bunga walnut, yang berguna untuk proteksi dan membuat energi tetap terpelihara. Lalu, ada pula bunga oak untuk membatasi diri dan mengingatkan akan pentingnya istirahat.

Berbeda dengan Reza, Dewi Lestari, istrinya yang juga seorang praktisi Bach Flower dan seorang penulis, memfavoritkan bunga clematis. Pekerjaannya yang sering berkhayal membuatnya susah kembali ke kehidupan nyata. Clematis berfungsi untuk membantu kembali sadar ke bumi.
Advertisement

Dewi memiliki sifat perfeksionis, ia mengaku bekerja sangat lambat karena memikirkan pemilihan kata yang tepat untuk tulisannya. Rockwater membantu  melonggarkan si perfeksionis agar pekerjaan menjadi lancar.

Satu lagi yang menjadi sifat Dewi adalah enggan sebelum melakukan pekerjaan. “Makanya, ada istilah ’I hate Monday’. Belum menjalani saja sudah capek. Hornbeam bisa mengatasi rasa enggan ini,” jelas Dewi.

“Terapi ini sifatnya self-help, sehingga  yang paling mengerti kondisi Anda adalah Anda sendiri, bukan terapis. Bach Flower Remedies mengajak orang berproses mengenal diri Anda yang sejati. Inilah yang dianggap pertumbuhan spiritual,” jelas Reza.

Menurutnya, terapi ini aman karena komponen yang ada di dalamnya hanya dari bunga, air, dan sinar matahari. Tidak ada istilah efek kelebihan dosis yang membahayakan. Yang terpenting adalah frekuensi penggunaannya, bukan volume.  Jika kekurangan dosis, efeknya pada tubuh akan berkurang. Bach Flower ini tidak menyebabkan ketergantungan, jika Anda tidak lagi mengonsumsinya. Karena proses pembuatan Bach Flower Remedies ini sangat alami, maka aman untuk orang dewasa, ibu hamil, bayi, dan anak-anak. 


Daria Gumulya





 


MORE ARTICLE

polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?