Trending Topic
Yuk, Kurangi Kantong Plastik

2 May 2016


Foto: Fotosearch

Penelitian yang dilakukan oleh Jenna R Jambeck dan kawan-kawan dari Universitas Georgia, Amerika Serikat, 12 Februari 2015 (yang dimuat di www.sciencemag.org) mengungkap, Indonesia berada dalam peringkat kedua penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok. Lebih banyak dibanding Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka, yang berada di urutan berikutnya. Di Indonesia, jumlah sampah plastik mencapai 200 ribu kantong plastik setiap menit. Jelas ini bukan prestasi yang membanggakan. 

Pemerintah ikut tersentil, hingga akhirnya memutuskan untuk memulai percobaan, mewajibkan konsumen membeli Rp200 untuk tiap penggunaan kantong plastik regular di toko modern mulai 21 April hingga Juni 2016. “Pemerintah sangat prihatin karena gundukan sampah di tempat pembuangan akhir tidak turun-turun karena banyak kandungan plastiknya. Begitu juga di pantai, sampah plastik membuat pantai yang seharusnya indah, jadi jorok. Hasil evaluasi tentang program kantong plastik berbayar di 23 kota yang melakukannya, ternyata dalam satu bulan, penggunaan kantong plastik berhasil diturunkan 25 - 80%, “ ujar Tuti Hendrawati Mintarsih, Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam acara peluncuran Tempo Scan Love Earth, Kamis, 28 April 2016.

Ini memberikan harapan bahwa masyarakat sebagai konsumen cukup peduli dan bisa diajak untuk berperan aktif mengurangi dampak penggunaan kantong plastik. Keberhasilan program itu tergantung pada sosialisasi dan gencarnya pemerintah daerah menggerakkan kesadaran masyarakt. Kota Banjarmasin menjadi kota yang berhasil mengurangi 80% penggunaan kantong plastik karena peran aktif pemerintah daerahnya. Selanjutnya, menurut Tuti, pemerintah akan menyusun undang-undang untuk mengatur penggunaan kantong plastik di daerah yang lebih luas. “Semakin banyak yang sadar, maka semakin baik untuk bumi,” ujarnya.

Advertisement
Namun, peran serta konsumen saja perlu diimbangi peran aktif produsen untuk mengurangi produk yang menggunakan kemasan plastik.  Karena itu, menurut Tuti, pemerintah juga bersiap untuk membuat edaran yang akan dilakukan tahun ini, yang mengimbau pengusaha makanan dan penyelenggara acara, untuk membuat kemasan yang lebih ramah lingkungan.
           
Peran produsen memang sangat krusial. Sebagai wujud partisipasi, PT. Tempo Scan Pacific Tbk, meluncurkan program Tempo Scan Love Earth, dengan memberikan 700 ribuan tas belanja gratis setiap pembelian produknya senilai 50 ribu rupiah di toko modern tertentu seperti alfamart dan giant. Handojo S. Muljadi, Presiden Direktur PT Scan Pacific Tbk. mengatakan, “Program ini sejalan dengan misi perusahaan yang sangat mengerti kunci sukses ada pada sustainability. Supaya program ini terus berjalan dan konsumen tidak lupa untuk selalu membawa tas belanja itu lagi, kami memberikan intensif dengan memberikan potongan harga 5% untuk produk Tempo Scan atau pulsa telepon senilai 10% pembelanjaan produk Tempo Scan, jika konsumen membawa tas itu untuk belanja, “ ujarnya.

“Kami berusaha melakukan waste management. Sebagai produsen kami memang tidak bisa melakukannya dalam sekejap mata, tapi kami berusaha meminimalisir sampah salah satunya dengan menggunakan kemasan tetra pack yang bisa didaur ulang, walau ongkos produksinya lebih mahal,” pungkasnya.
.
 

 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?