Trending Topic
Selamat Jalan Psikolog Kebanggaan Indonesia, Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono!

15 Nov 2016


Foto: Dok. Femina Group
 
Tokoh sekaligus Guru Besar Psikologi, Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, meninggal dunia pada usia 72 tahun, Senin (14/11/2016), pukul 22.13 WIB, di RS PGI Cikini, Jakarta Pusat. Dikutip dari Detik.com, sebelumnya ia mengalami sakit berupa luka pada lambungnya. Tekanan darahnya pun sempat menurut. Pria kelahiran Purwokerto, 2 Februari 1944 ini merupakan sosok yang sudah lama berkecimpung di dunia psikologi, serta menaruh perhatian besar terhadap psikologi sosial. Mengawali karier sebagai dosen di Universitas Indonesia, beliau juga kerap diundang pada berbagai seminar, talk show, mengisi acara televisi dan radio untuk ikut menyampaikan pemikirannya.

Sarlito meraih gelar psikologi dari Universitas Indonesia pada tahun 1968. Beliau meraih gelar doktor dari UI dan University of Leiden, Belanda. Ia sempat menimba ilmu juga di Edinburgh University, Skotlandia dan meraih gelar Diploma in Community Development. Begitu kembali ke tanah air, Beliau sibuk terjun ke berbagai kegiatan akademis, bukan hanya sebagai dosen, tapi juga peneliti dan penulis. Bidang kajiannya beragam, terutama menyoroti masalah sosial, seperti soal Kementerian Kesejahteraan Rakyat dan Tabungan Rakyat Miskin (Taskin) pada tahun 1998 – 1999, tentang Keluarga Berencana (KB), anak jalanan, pemukiman, lalu lintas, sampai masalah terorisme baru-baru ini (2006 – 2009)
 
Sebagai dosen di Universitas Indonesia, ia mengajarkan mata kuliah antara lain Logika, Psikologi Perilaku Seksual, Psikologi Sosial, Psikologi Lintas Budaya di Indonesia. Almarhum juga mengajar Seminar Proposal Tesis, Teori-Teori Psikologi Sosial, Aliran-aliran dan Teori-teori psikologi untuk mahasiswa program pascasarjana, ia. Ia pernah pula menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi UI (1997-2004) dan Ketua Program Studi Ilmu Kepolisian (2007-2012) di Pascasarjana UI, hingga menjadi Guru Besar Ilmu Psikologi UI.
 
Beliau dipercaya menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI di perguruan tinggi tersebut. Selain itu, Sarlito sering diundang pula menjadi dosen tamu di berbagai universitas di luar negeri. Tahun 1996, ia menjadi guru besar tamu di Cornell University, Amerika Serikat dan Nijmegen University, Belanda. Plus di Victoria University, Selandia Baru (2007) dan University Malaya, Malaysia (2008).
 
Advertisement
Tidak hanya mengajar, dirinya juga aktif terlibat dalam berbagai organisasi psikologi internasional. Pada 2006-2010, dia menjadi presiden organisasi Asian Psychological Association (APsyA), serta sebagai anggota Board of Directors International Association of Applied Psychology (IAAP) periode 2008-2010. Ia juga aktif di American Psychological Association (APA), International Council of Psychologists (ICP), Society of Psychological Studies on Social Issues (SPSSI), Ikatan Psikologi Sosial (IPS), dan Asosiasi Sexologi Indonesia (ASI).
 
Sarlito juga merupakan salah satu guru besar yang telah menelurkan banyak karya yang dibukukan, antara lain Pergeseran Norma-Norma Perilaku Sex (1980), Menuju Keluarga Bahagia Jilid I-IV (1982), Bengkel Keluarga “cetakan II” (1985), Psikologi Lingkungan (1992), dan Psikologi Sosial (1997). Penghargaan di bidang psikologi pernah juga diraihnya, yaitu Most Dedicated Psychologist dari International Council of Psychologists (2012), Outstanding International Psychologist dari APA Divisi 52 (2013), serta Lifetime Achievement dari Ikatan Psikologi Sosial pada tanggal 3 November 2016 lalu. Terkait penghargaannya yang terakhir, dikutip dari Gatra.com, Sarlito merasa sangat bangga dengan penghargaan tersebut sebab diberi oleh bangsanya sendiri. Sedangkan, dua penghargaan sebelumnya dari bangsa lain.
 
Psikolog senior ini juga mempunyai biro psikologi pribadi, Dr. Sarlito & Associate, yang ia dirikan untuk membantu orang lain mengatasi masalah mereka. Bagi Sarlito, dengan membantu orang lain tersebut, ia dapat juga belajar bagaimana mengatasi masalahnya sendiri.
 
Karena kepiawaiannya di bidang psikologi, Sarlito pernah diundang sebagai saksi ahli dalam kasus Jessica-Mirna baru-baru ini. Pada kasus tersebut, ia mengungkapkan pandangannya mengenai gerak-gerik Jessica yang terekam pada CCTV saat kejadian dari sudut psikologi. Hingga akhir hayatnya, beliau tetap rajin menyampaikan buah pikirannya. Terakhir, Sarlito menyampaikan pendapat mengenai isu penistaan agama yang menimpa gubernur Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, melalui tulisan Mungkinkah Menistakan Agama?
 
Selamat jalan, Prof. Sarlito! (f)


Baca juga:



Topic

#sarlitowirawan

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?