Trending Topic
Rehat Produktif untuk Profesional Muda

21 May 2016

 

Foto: Feby Indirani

Mulai merasa jenuh dengan rutinitas karier Anda? Mungkin ini saatnya Anda mengambil jeda. Tenang saja, Anda bisa tetap produktif, kok. Jeda ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas diri dan memperluas wawasan di luar lingkungan profesional Anda. Misalnya, dengan mengikuti fellowship atau beasiswa non-degree jangka pendek.

Salah satu program beasiswa menarik yang pernah saya ikuti adalah IATSS Forum Leadership Training. Program ini berlangsung selama 55 hari di Suzuka, Jepang dan diikuti profesional dari berbagai bidang di negara-negara ASEAN (selain Brunei Darussalam). Syaratnya, sudah punya pengalaman kerja minimal dua tahun, dan maksimal 35 tahun saat mendaftar. Setiap negara diwakili dua orang per angkatan, dengan dua kali keberangkatan setiap tahunnya, yaitu pada musim semi dan musim gugur.

Saya mengikuti program ini pada September-November 2014 dan saat ini saya memiliki setidaknya dua orang sahabat di setiap negara ASEAN. Namun persahabatan itu memang tak tercipta begitu saja. Yang menantang tentu saja pengalaman bekerja sama dan hidup sehari-hari dengan 19 teman baru dari latar belakang negara, budaya, dan profesi yang berbeda. Interaksi terjadi dalam bahasa Inggris dalam berbagai aksen. Itu saja sudah merupakan satu tantangan tersendiri untuk saling memahami.

Pengalaman ini juga membukakan mata saya, betapa minimnya pengetahuan saya akan negara-negara tetangga yang serumpun, begitu pula sebaliknya. Seorang peserta asal Malaysia, wanita berpendidikan master dan memiliki karier bagus di bidang Teknik Lingkungan mengutarakan betapa terkejutnya ia berkenalan dengan wanita Indonesia seperti saya, yang mampu menulis dan menerbitkan sejumlah buku. “Ternyata ada perempuan Indonesia seperti kamu,” ujarnya takjub. Sepanjang hidupnya yang saat itu 32 tahun, ia hanya mengenal wanita Indonesia yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Aduh!
Advertisement

Ucapannya membuat saya sempat kehilangan kata, mengingat betapa banyaknya wanita Indonesia berprestasi.Teman saya mungkin saja seorang yang cuek. Tapi itu juga jadi pembelajaran penting juga untuk Indonesia agar bisa lebih banyak bersuara di ranah regional. Apalagi, Masyarakat Ekonomi ASEAN  telah dimulai sejak akhir 2015.

Dalam program ini, peserta juga akan melakukan pengamatan langsung, bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat Jepang dari berbagai latar belakang.  Sejumlah tempat yang dikunjungi antara lain Osaka, Kyoto, Tokyo, Nara, dan pulau unik bernama Sugashima Island yang berpenduduk kurang dari 1000 orang. Pulau yang hanya berukuran kurang dari 5 kilometer persegi ini memiliki program tur unik dengan pemandu anak-anak yaitu murid sekolah dasar setempat.

Di Toba City, peserta juga berkenalan dengan Ama, para perempuan pencari mutiara yang melakukannya tanpa menggunakan peralatan selam seperti masker dan tabung udara. Ama adalah tradisi berusia lebih dari 2000 tahun dan masih dipertahankan hingga saat ini. 

Ibarat sebuah kapak yang terus menerus digunakan menebang kayu, ada saatnya akan menjadi aus dan butuh diasah kembali. IATSS Forum dapat menjadi salah satu sarana mempertajam kapasitas dengan membenturkan diri pada sejumlah pengalaman yang menantang dan menginspirasi, yang mungkin dapat mengubah hidup Anda selanjutnya. IATSS Forum sedang membuka pendaftaran hingga 30 Juni 2016. Cek informasinya lebih jauh di http://www.iatssforum.jp/en/

Feby Indirani


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?