Kelas Inspirasi Indonesian Women's Forum 2023 bersama OCBC dan Pepper Secret
Bisnis Pepper Secret berawal dari kesadaran Yosefin akan peluang pariwisata Belitung yang sedang naik daun dan potensi lada. Dari riset yang dilakukan oleh Yosefin bersama institusi lain, ia menemukan bahwa lada memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Hal inilah yang pada akhirnya menuntut Yosefin untuk menjadi kreatif dan terus belajar dalam berinovasi.
Mengetahui bahwa lada memiliki manfaat bagi kulit karena terdapat antibakteri dan antioksidan, Yosefin menghadirkan sabun batang yang terbuat dari lada Belitung. “Pada awalnya, semua orang bertanya-tanya apakah nggak pedes, tuh, pakai sabun lada?”, kata Yosefin tentang tantangan saat mengeluarkan produk bodycare yang terbuat dari lada. Tantangan ini membuat Yosefin menyadari pentingnya storytelling dalam membuat konsumen bisa mengenal produk dengan lebih baik.
Sari Kartika, SME Proposition Division Head OCBC ajak pebisnis tingkatkan literasi keuangan
Tidak itu saja, pemanfaatan lada menjadi aromaterapi bagus untuk antidepresan karena memiliki kandungan yang membantu kita merasa lebih relaks. Inilah yang membuat Yosefin menghadirkan produk diffuser untuk penggunaan di dalam ruangan. Produk Pepper Secret lainnya yang terbuat dari lada adalah muscle balm untuk otot yang pegal. Yang paling menarik, Yosefin tidak membuang ampas lada, tetapi menggunakannya sebagai pewarna alami untuk koleksi scarf Pepper Secret.
“Kita juga menjual lada dalam bentuk utuh, karena kita mau mengedukasi tentang menyimpan bumbu masak lebih tepat dalam bentuk aslinya untuk menjaga kualitas dan cita rasa,” kata Yosefin. Contohnya, jika kita menyimpan lada dalam bentuk bubuk, kita akan membutuhkan bersendok-sendok lada untuk mencapai tingkat kepedasan yang kita mau.
Selain brand awareness, Yosefin juga merasakan tantangan untuk menyediakan supply yang bagus karena sudah ada demand. Karena itu, ia memberikan edukasi kepada para petani lada supaya mereka bisa memenuhi standar yang diinginkan.
Tantangan berikutnya adalah soal keuangan. Dari usaha rumah tangga yang kemudian menjadi bisnis, Yosefin memutuskan untuk merapikan urusan keuangan supaya semua transaksi tidak ada yang tumpang tindih.
Tahun ini OCBC bekerja sama dengan Nielsen dalam melakukan riset mendalam terkait kesulitan yang dihadapi UMKM di Indonesia. Dalam hal manajemen keuangan, ditemukan bahwa 44 persen UMKM masih menggabungkan rekening usaha dan pribadi. Padahal, jika hanya menggunakan satu rekening untuk keperluan pribadi dan keperluan usaha, transaksi akan tercampur. Persoalan berikutnya adalah UMKM masih melakukan pencatatan secara manual, yaitu di buku atau di kertas sehingga tidak rapi. Akibatnya, masalah yang sering terjadi adalah menunggak pembayaran kepada supplier karena dananya terpakai untuk keperluan pribadi.
“Sama halnya dengan bisnis berkelanjutan, penting untuk melakukan literasi keuangan karena kehidupan kita tidak terlepas dari belajar,” kata Sari Kartika. Untuk membantu UMKM mengetahui kesehatan bisnisnya, OCBC menyajikan paltform ruangmenyala.com. Di dalamnya, pelaku usaha bisa mengikuti kelas bisnis gratis dan mengakses konten pembelajaran. Sementara itu, untuk mempermudah UMKM dalam memantau transaksi yang dilakukan secara digital, ada OCBC Mobile untuk pebisnis individu dan OCBC Business untuk badan usaha. Dalam satu rekening, ada 13 mata uang yang bisa digunakan, sehingga mempermudah pelaku usaha dalam melakukan transaksi dengan negara lain ataupun untuk keperluan ekspor. (f)
Baca Juga:
Kesadaran untuk Memulai Hidup Secukupnya
Pentingnya Karier Berkelanjutan untuk Bertumbuh
Ekonomi Sirkular Bantu Ubah Sampah Menjadi Potensi Bisnis
Topic
#iwf2023, #wanwir, #ocbc