Trending Topic
Millennials: Kami Memegang Prinsip YOLO

23 Jan 2017


Foto: 123RF

Generasi millennial memang begitu unik hingga banyak pihak berusaha untuk mengenal generasi ini lebih dalam. Coba saja Anda Googling dengan kata kunci millennial survey, sebanyak 586.000 hasil pencarian akan muncul dalam sekejap.

Dari berbagai survei itu, ada fakta unik mencuat dari Deloitte Millennial Survey 2016. Mayoritas generasi muda ini mulai bekerja di perusahaan atau berwirausaha pada usia lebih muda daripada gen X dan baby boomers. Bahkan, ada yang memulainya sejak masih SMA. Meski begitu, 62 persen generasi millennial Indonesia berencana hanya bekerja sampai 5 tahun di satu tempat. Bukan karena tidak menghargai loyalitas, melainkan karena mereka mencari ilmu dan tantangan baru.

Generasi ini memang beda. Menurut sosiolog Daisy Indira Yasmine, S.Sos., M.Soc.Sci dari Universitas Indonesia, perbedaan pola pikir ini dimotori oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat.

“Perkembangan pesat teknologi turut membawa nilai-nilai baru, di antaranya kecepatan, keterbukaan, keterhubungan, kolaborasi, kesetaraan, dan kompetisi,” papar Daisy. Generasi millennial --yang lahir pada rentang tahun 1982-2000, dan kini sudah memasuki usia produktif-- menjadi populasi yang paling banyak terpapar oleh nilai-nilai baru yang terangkum dalam sebuah mantra: YOLO.

Seperti pengalaman Mohamad Ario Adimas (28). Ia nekat menawarkan diri untuk mengelola aset digital milik organisasi Indonesia Marketing Association (IMA). Padahal, waktu itu Ario baru saja lulus dari jurusan Teknik Industri di STT Telkom, Bandung, dan hanya bermodal pengalaman pernah bergabung di organisasi itu. Proses ‘menawarkan diri’ pun hanya Ario lakukan dengan cara menghubungi ketua IMA melalui Facebook chat.
Advertisement

“Beliau juga hanya menjawab, ‘Terserah kamu.’ Tapi, saya anggap jawaban itu sebagai peluang emas. Saya langsung tangkap kesempatan itu,” ujar pria yang sejak kuliah sudah mantap memilih bidang digital marketing sebagai passion-nya ini. Ketekunannya berbuah manis. Ario kemudian dipercaya menjadi Director of Communications dan Community Development IMA dan menjadi direktur termuda dalam sejarah organisasi tersebut.

Pencapaian di usia muda itu sukses meningkatkan rasa percaya diri Ario. “Itu salah satu contoh penerapan prinsip YOLO dalam hidup saya. Saat itu saya enggak berpikir panjang. Yang penting, peluang itu saya ambil dulu. Sukses atau enggak, itu soal belakangan. Ternyata, kenekatan itu ikut membangun karier saya sekarang,” ujar pria yang kini menjabat sebagai General Manager Integrated Marketing Communications - Digital Service di Indosat Ooredoo ini.

Prinsip YOLO juga dilakukan Hayuning Sumbadra (19), Pemenang I Lomba Young & Shine Entrepreneur yang diselenggarakan femina. Ia pernah menentang keinginan sang ibu yang memintanya ikut ujian nasional agar berkesempatan masuk ke universitas negeri bergengsi di Indonesia.

“Saya berani menentang karena tahu passion saya di bidang mode dan saya senang menggambar. Saat orang tua akhirnya mengizinkan saya masuk sekolah mode, saya sudah tahu bahwa saya enggak bisa balik arah. Makanya, saya harus total,” ungkap wanita yang membangun lini busana Adra World dan Dari Adra setelah lulus dari Raffles Design Institute, Jakarta, ini. Adra, begitu ia biasa dipanggil, mengaku bahwa ia sebenarnya gugup menjalankan passion dan bisnis di usia yang masih sangat muda. Bukan karena merasa tidak mampu, tetapi justru karena ia harus mempertanggungjawabkan pilihan itu.

“Orang tua memberi tenggat. Mereka hanya akan membiayai anak-anaknya hingga usia 21 tahun. Selain itu, kalau bisnis saya gagal, berarti saya akan membuat lima penjahit saya kehilangan pekerjaan,” ujar wanita yang berhasil mendapatkan beasiswa potongan biaya untuk kuliah S-2 di jurusan Fashion Design dari Domus Academy di Milan, Januari 2017, ini. (f)

Baca Juga:



Topic

#millennialmanual

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?