Trending Topic
Kasus Kekerasan Terhadap Warga Kulit Hitam Menggerakkan Demo Besar-Besaran Anti Rasisme di Seluruh Dunia

8 Jun 2020



Dok. Shutterstock



Kasus penangkapan terhadap warga kulit hitam bernama George Floyd yang berakhir pada kematian, membuat warga Amerika Serikat geram. Masyarakat menuntut ketidakadilan yang terjadi pada warga kulit hitam, yang tak hanya diperlakukan tidak baik tapi juga diskriminasi yang masih terus terjadi selama berabad tahun lamanya. 

Seperti yang diketahui, George Floyd ditangkap oleh empat petugas kepolisian Minneapolis atas tuduhan menggunakan uang palsu pada 25 Mei 2020. Dan dalam proses penangkapannya, leher dan dada George ditekan oleh lutut salah seorang petugas bernama Derek Chauvin selama 9 menit. George mengatakan bahwa ia tak bisa bernapas selama 19 kali, namun tak ada polisi yang menggubrisnya saat itu. Ia pun dikabarkan meninggal dunia setelahnya.  

Hal ini pun menimbulkan protes besar-besaran di 50 negara bagian di Amerika Serikat, yang diperkirakan demo tersebut dilakukan oleh puluhan ribu orang. Gerakan yang dinamai Black Lives Matter (BLM) ini pun tak hanya diperuntukkan bagi George Floyd, tapi juga warga kulit hitam lainnya yang didiskriminasi oleh polisi. 

Tak hanya di Amerika Serikat saja dukungan masyarakat melawan rasisme nampak tumpah ruah di jalanan. Sejumlah negara seperti Australia, Jerman, Inggris, hingga Italia juga menyuarakan kemarahannya atas banyaknya kasus-kasus ketidakadilan terhadap warga kulit hitam.

Spanduk-spanduk penuh kata-kata perlawanan diangkat tinggi-tinggi oleh para demonstran. Menunjukkan dengan tegas perlawanan terhadap rasisme yang nyatanya masih terjadi di dunia yang dianggap lebih modern ini. 'Black Lives Matter', 'Silence is Violence', 'Color is not a crime', hingga 'No Justice, No Peace' mewarnai jalanan di berbagai negara.

Advertisement
Aksi melawan diskriminasi dan rasisme ini pun tak hanya didukung oleh warga dunia saja, tapi para selebritas dan tokoh dunia turun ikut ke jalanan menyuarakan suara mereka. Beberapa di antaranya adalah Kanye West, Michael B. Jordan, Halsey, Cara Delevigne, Harry Style hingga Ben Affleck.

Di ibukota AS, Walikota Washington, Muriel Bowser bahkan mendukung aksi protes anti rasisme ini dengan menamai sudut 16th Street, yang berada tepat di depan Gedung Putih, menjadi Black Lives Matter Plaza. Jalanan itu pun menjadi media mural raksasa bertuliskan BLACK LIVES MATTER berukuran besar dengan warna kuning. Ini adalah salah satu cara sang walikota, yang merupakan orang kulit hitam untuk menyindir Presiden AS, Donald Trump, yang memang terkenal rasis.

Aksi protes besar-besaran ini pun diharapkan banyak orang bisa menjadi titik balik keadilan dan tak ada lagi diskriminasi ras. (f)



BACA JUGA :
Women’s March, Perjuangan Wanita Lewat Kata-kata
International Women’s Day 2019 : Menuntut Kebijakan Ramah Wanita



 


Topic

#Demo, #Keadilan

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?