Foto: Unsplash
Karena itu, potensi penularan harus diantisipasi, khususnya terkait peredaran udara di ruang tertutup berpendingin atau air conditioner (AC). dr. Reisa Broto Asmoro, Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, memberikan sejumlah saran untuk mengurangi potensi transmisi COVID-19 dalam ruangan ber-AC.
Pertama, ventilasi atau sirkulasi udara dalam ruangan harus benar-benar diperhatikan.
“Pastikan ruang kerja atau ruang tempat kita beraktivitas memiliki sirkulasi udara yang baik dan mendapatkan sinar matahari,” ujar dr. Reisa.
Kedua, pastikan menjaga jarak di dalam ruangan dan hindari ruangan yang terlalu banyak orang.
Ketiga, selalu pakai masker selama masih berada di luar rumah atau di tempat umum termasuk di ruangan kantor.
Keempat, hindari memegang permukaan benda yang kotor digunakan bersama dengan orang lain.
“Segera mencuci tangan atau gunakan hand sanitizer, bila terlanjur memegang permukaan benda tersebut. Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi. Ingat, mata pun memiliki saluran langsung menuju ke saluran pernapasan. Artinya, mata bisa menjadi jalur masuknya virus SARS CoV-2 penyebab COVID-19 ini,” jelasnya.
Kelima, bersihkan permukaan-permukaan benda yang ada di sekitar ruangan dengan cairan desinfektan secara teratur.
Selanjutnya, dr. Reisa juga mengatakan bahwa beberapa tim pakar menyarankan penggunaan air purifier atau lampu dengan sinar ultraviolet C untuk membantu mengurangi risiko penularan.
Sebagaimana diungkapkan WHO, transmisi virus SARS-CoV2 terjadi terutama melalui percikan buliran air liur atau droplets, baik secara langsung, tidak langsung, maupun kontak dekat. Menurut dr. Reisa percikan air liur atau droplets bisa dikeluarkan ketika seseorang batuk, bersin, berbicara, atau bahkan bernyanyi.
WHO mendefinisikan transmisi melalui udara sebagai penyebaran agen penular yang disebabkan oleh penyebaran aerosol, yang melayang di udara dalam jarak dan waktu yang lama. Teori menunjukkan bahwa sejumlah droplets pernapasan dapat menghasilkan aerosol. Aerosol sendiri adalah tetesan pernapasan yang sangat kecil, sehingga dapat melayang di udara.
“Droplets adalah buliran dengan ukuran partikel lebih dari 5 mikrometer. Sedangkan aerosol ukurannya lebih kecil lagi, yakni kurang dari 5 mikrometer. Dan airborne adalah penularan via aerosol dalam jarak jauh,” ujarnya.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk memakai masker dengan benar ke manapun kita bepergian.
“Pastikan tidak memegang bagian luar, pastikan hanya memegang tali saat mencopot masker. Tidak diturunkan ke dagu, apalagi jarang mengganti masker. Ingat, ganti masker setiap 4 jam sekali, atau apabila basah atau lembab. Ini penting sekali diperhatikan agar terhindar dari infeksi kuman yang menempel pada masker,” pungkasnya.(f)
BACA JUGA:
239 Ilmuwan Temukan Bukti Penularan COVID-19 Melalui Udara
147 Calon Vaksin COVID-19 Sedang Dikembangkan, 18 Di Antaranya Masuk Uji Klinis
Milenial, Generasi Paling Tidak Optimis Pada Kondisi Ekonomi Dalam Krisis COVID-19
Topic
#corona, #newnormal