Tujuh cara ini mungkin klise, tapi sebenarnya bisa banget bikin amarah berubah jadi kebaikan, terutama kebaikan untuk diri kamu sendiri.
Apa saja, sih? Coba cek dulu... jangan keburu marah, ya....
1/ Pause dulu
Betul, pause dulu, Sahabat Femina. Sebelum ngegas, ambil jeda 5 detik. Tarik napas, embuskan. Kadang yang bikin kepala panas bukan masalahnya, tapi sikap impulsif kita sendiri.
2/ Tanyakan kepada diri sendiri
Coba tanyakan kepada diri sendiri dulu, kamu sebenarnya marah, kecewa, capek, atau cuma lapar? Sering banget, emosi palsu menyamar jadi amarah yang nggak perlu.
3/ Curahkan di catatan
Curhat di notes HP atau jurnal. Ketik semuanya tanpa sensor. Setelah keluar, delete. Otak langsung lega.
4/ Jalan kaki 10 menit buat reset mood
5/ Coba POV baru
Sebelum keburu marah, tanyakan lagi kepada diri sendiri, “Kalau aku versi paling wise—yang chill dan penuh kindness—aku bakal ngapain?” Jawabannya biasanya lebih dewasa daripada ekspektasi kita.
6/ Ubah energi marah jadi aksi kecil yang baik
Daripada marah-marah, lebih baik kamu melakukan hal-hal baik random ini, seperti kirim pesan yang menyemangati teman, membantu orang rumah, sampai donasi lewat digital. Kebaikan kecil seperti ini bisa mengubah vibes kamu seharian.
7/ Belajar merelakan
Anggap saja seperti menghapus chat lama yang memberatkan storage HP. Bukan semua hal layak dipikirin lama-lama, apalagi sambil marah-marah. Kalau nggak penting, swipe left dari hidup kamu. Fokus ke hal yang bikin kamu tumbuh.
Selamat mencoba! (f)
Baca juga:
5 Hal Ini Jangan Diharapkan Saat Bertemu Mantan
8 Cara Sambut Akhir Tahun dengan Tenang dan Terarah
7 Cara Belajar Menerima Kekurangan Diri
Brianna Relisha