Trending Topic
3 Pesulap Generasi Baru Setelah David Copperfield

14 Aug 2016




Menonton aksi para pesulap, baik secara langsung atau di layar kaca, seperti menyaksikan sebuah misteri kecil yang tak terpecahkan. Mereka membuat penonton gemas dan penasaran, ingin rasanya memecahkan rahasia di balik raut misterius sang pesulap dengan kecepatan tangannya yang bergerak melampaui kecepatan mata itu. Cukup jauh setelah era David Copperfield, kini  bermunculan generasi baru magician dan illusionist yang bukan sekadar menampilkan trik-trik canggih dan mencengangkan. Mereka juga menjadikan sulap sebagai pop culture yang relevan dengan zamannya.
 


Criss Angel
Berani Mengungkap Rahasia
Di jajaran pesulap dan illusionist, nama Criss Angel adalah salah satu yang memiliki tayangan televisi terbanyak dan terlama. Sudah ratusan episode Criss Angel: Mind freak tayang di televisi dan ditonton jutaan pemirsa. Semua itu tak lepas dari gaya nyeleneh Criss yang sangat berbeda dari gaya pesulap lainnya.
           
Sosok dan penampilan pria yang memiliki nama asli Christopher Nicholas Sarantakos ini sangat identik dengan gaya metal dan gelap. Bahkan, di acara show-nya, Criss juga menggabungkannya dengan musik cadas yang menjadi kegemarannya. Memang, ia juga menjadi vokalis untuk grup band metal hasil bentukannya, Angeldust, yang telah mengeluarkan 5 album sejak tahun 1998 hingga 2003.

Criss memulai debut pertamanya di layar kaca pada tahun 1994, ketika ikut ambil bagian dalam acara satu jam berjudul Secrets yang ditayangkan ABC. Sebelum tampil di televisi, pria asal Amerika Serikat ini memulai karier sulapnya di New York, sebelum akhirnya memiliki panggung sendiri di Las Vegas. Tahun 2010, Criss Angel Believe, live show-nya yang berlangsung di Luxor Casino, Las Vegas, tercatat menjadi pertunjukan sulap paling fenomenal karena berhasil mendatangkan keuntungan sebesar 150 juta dolar Amerika. 

Nama Criss memang tak jarang dikaitkan dengan Harry Houdini. Tak mengherankan, mengingat ia penggemar maestro sulap ini dan sangat terinspirasi dengan trik-trik ilusi Houdini yang cerdas. Ketika remaja, pria kelahiran Hempstead, New York, ini berhasil membuat ibunya melayang di hadapan keluarganya. Sejak saat itu, tekadnya untuk terjun di dunia ini tak terbantahkan, meskipun kedua orang tuanya sangat menentang keputusannya ini.
Terbukti, bakat yang dipadukan dengan keberanian dan ide segar membuat pria yang tampil di serial Believe dan juga acara Phenomenon ini menjadi pesulap yang paling ditunggu pemirsanya. Belakangan, serialnya yang berjudul Criss Angel Mindfreak bahkan dianggap sebagai magic show di televisi yang memiliki durasi tayang paling panjang. Tidak mengherankan jika dari semua itu, Criss merupakan pesulap yang memiliki penjualan merchandise terbesar, mulai dari DVD, buku, hingga mainan.

Pria yang mendapatkan penghargaan World Magic Legacy Award’s 2011 untuk kategori Living Legend Award ini juga tercatat sebagai magician dan illusionist yang paling sering ditonton di internet sepanjang tahun  2000-an. Videonya yang berjudul Walk on Water ditonton lebih dari 39 juta sepanjang tahun 2010, dan lebih dari 46 juta di tahun 2013.  Video lainnya yang berjudul Rip Bodies Apart yang diambil dari episode pertama BeLIEve, ditonton oleh 12 juta orang hanya dalam satu bulan.

Criss memang tak pernah setengah-setengah dalam menyajikan trik sulapnya. “Saya senang terlibat langsung dalam persiapan segala hal untuk pertunjukan yang saya buat. Saya adalah eksekutif produser, sutradara, sekaligus pemikir kreatif. Saya bahkan menulis lagu dan menyiapkan musik untuk pertunjukan saya, baik di televisi maupun langsung,” kata pria yang pada tahun 2002 lalu sempat membuat acara khusus berjudul Criss Angel Mindfreak: Postmodern Illusionist Tribute to Harry Houdini.

Sudah banyak keajaiban sulap yang dipertontonkan oleh Criss. Tak sedikit pula yang fenomenal dan menjadi pembicaraan orang banyak. Seperti ketika ia melayang di antara gedung-gedung tinggi penuh lampu kota di Las Vegas dan disaksikan ribuan pasang mata. Di lain kesempatan ia juga memecahkan rekor dunia bertahan di dalam air selama 24 jam. Untuk rekor ini, Criss harus masuk ke dalam sebuah tank seukuran kotak telepon umum berisi air, di mana ia bertahan selama 24 jam. Meski selamat dari maut dan berhasil memecahkan rekor, Criss sempat harus mendapatkan perawatan medis.

Meski begitu, trik sulap Criss tak melulu bermain dengan maut. Ia juga melakukan beberapa ilusi menarik seperti menghilangkan sebuah Lamborghini, hingga membuat bedah ilusi pada tubuh manusia. Tapi, dari semua pertunjukannya, Criss mengaku selalu memikirkan konsepnya dengan matang. “Bisa saja sebuah konsep saya pikirkan selama lima tahun dan menghabiskan banyak uang untuk mewujudkannya menjadi nyata. Saya harus bisa bersabar untuk sebuah pertunjukan sukses, saya tak ingin pertunjukan tersebut pada akhirnya membunuh saya,” ungkap pria yang tak segan menunjukkan triknya untuk terbebas dari sebuah jerat sulap. Mungkin inilah yang membedakan Criss dari magician dan illusionist lain yang lebih menyimpan rahasia trik mereka. 
 

DMC, 
Sulap dan Eksplorasi Budaya
Drummond William Thomas Money-Coutts atau tenar dengan nama DMC termasuk salah satu pesulap muda yang dengan mampu melejitkan namanya sebagai pesulap inovatif di era yang baru ini. Setelah membuat beberapa video tentang sulap yang ia tayangkan di YouTube, DMC kemudian mendapatkan tawaran untuk membuat acara televisi sendiri dari National Geographic Channel. Program acara berjudul Card Shark ini pun ditayangkan di seluruh dunia.
Sejak saat itu, namanya mulai masuk dalam jajaran pesulap dunia dan memiliki fans internasional. Bahkan, tahun 2015 ini, serialnya yang berjudul Beyond Magic with DMC rencananya akan ditayangkan di 170 negara.

Pria kelahiran London ini mulai tertarik pada dunia sulap sejak tahun 1994. Kala itu ia berkunjung ke Davenports, sebuah toko sulap legendaris di Kota London. Tak disangka, sejak saat itu dunia sulap seakan tak bisa lepas dari kehidupannya. Bahkan ketika bersekolah di Eton College, ia aktif dalam klub sulap di sekolahnya itu.
           
Hingga akhirnya pada tahun 2000, DMC memulai kiprah sebagai pesulap profesional. Demi trik terbaru, ia melakukan perjalanan ke berbagai kota, seperti Calcutta, Bangkok, hingga New York. Bahkan ketika di New York ia sempat berguru pada pesulap profesional sekelas Jamy Ian Swiss, Simon Lovell, dan Billy McComb.  Pencarian DMC pada magic memang tak pernah berhenti. Ketertarikannya pun tak hanya sebatas pada trik permainan kartu. Tahun 2012, ia melakukan perjalanan ke Mesir, yang dianggap sebagai tempat lahirnya sulap. Di sini ia membuat film pendek berjudul DMC: What is Magic?, di mana ia mengulas sejarah sulap setelah melewati ratusan tahun perkembangannya. Mungkin ini yang menjadi ciri khas DMC. Sebagai pesulap, ia berani tak hanya menampilkan trik, tapi mengolaborasinya dengan sejarah dan berbagai teori ilmiah.
           
Yang menarik dari penampilannya di televisi adalah kemampuan DMC untuk mencoba segala macam trik sulap. Menit pertama ia bisa saja membuka acara dengan permainan sulap kartu jalanan yang elegan, menit berikutnya ia sudah masuk ke dalam sebuah gedung untuk menampilkan ilusi yang membuat orang berdecak kagum. Semua itu ia lakukan tak lain untuk memberikan ragam sulap yang bervariasi kepada penontonnya.  

Ia memang tak ingin dikenal hanya sebagai pesulap yang hebat di satu trik saja. Itu sebabnya, ia senang mengajak pesulap-pesulap dari berbagai negara yang dikunjunginya untuk berbagi trik sulap. Hal ini membuat permainannya menjadi terlihat lebih mewah, tanpa ia merasa berpuas diri dengan kemampuannya sendiri. Harian The Observer bahkan menyebut DMC sebagai pesulap generasi baru terbaik dari Inggris.
Advertisement
           
“Bagi saya, pertunjukan sulap harus menghibur dan mampu mengeksplorasi budaya dari sebuah negara, jadi  tak hanya sekadar trik,” ungkap DMC. Pria yang sempat mengikuti training selama empat bulan di London Gaming College untuk mendapatkan sertifikat sebagai pembagi kartu dan bandar profesional ini pun tanpa ragu mengajak orang-orang yang berada di sekitarnya untuk ikut merasakan eksperimen sulapnya.

Meski sadar bahwa banyak tayangan sulap di televisi lainnya,  pria yang beberapa kali bermain di hadapan tokoh ternama mulai dari  Hugh Grant, Pippa Middleton, Prince Harry, hingga Ratu Elizabeth II ini  mengaku tak pernah memaksa dirinya untuk berbeda dari pesulap lainnya. Apa yang ia lakoni kini merupakan penelusurannya sejak lama tentang sulap yang ingin ia lakukan dengan cara berbeda.

“Saya melihat witchcraft di Meksiko, card cheating di Paris, legenda timur di Singapura, hingga seni teater di Barcelona. Dari semua itu saya melihat sulap dalam banyak sisi kehidupan,” kata pria yang mengaku butuh tahunan untuk ia berani tampil bermain sulap di hadapan public ini.

Kini, dengan kehadiran YouTube dan media sosial, DMC melihat sebagai langkah mudah bagi para pesulap pemula untuk mendapatkan follower. Coba saja ketik kata magic di bagian search, berikutnya YouTube akan tampil ribuan bahkan jutaan video yang menampilkan sulap. “Tapi untuk bisa muncul di televisi, saya rasa butuh sebuah tayangan yang matang,” ungkap pria yang mengidolakan Lu Chen (seorang magician terkenal Asia) dan Banachek (seorang mentalis ternama) ini.

Kehidupan pesulap bisa dibilang bermain dengan maut. DMC sendiri pernah gagal melakukan triknya. Ketika sedang membuat film Card Shark, di trik sulap terakhir, idenya adalah mengacak empat gelas, yang salah satunya berisi asam. Sayangnya, salah satu dari tiga gelas yang disiramkan ke wajah DMC adalah gelas berisi asam. “Hari itu sangat menyakitkan. Apa yang kami anggap sebagai ide brillian di atas kertas, kenyataannya membawa masalah bagi saya,” katanya.

Walaupun begitu, DMC mengaku tak kapok. Itulah risiko menjadi pesulap. Ia lebih memilih untuk memperbaiki triknya ketimbang meninggakan dunia sulap yang menjadi cita-cita masa kecilnya.  
 

Magic Man JB Benn

Master Pesulap Jalanan
Beredar dari satu restoran elite ke restoran elite lainnya di Kota New York membuat nama JB Benn dikenal kalangan jetset Amerika. Dalam permainan sulapnya, JB Benn seolah ingin membuktikan bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin.

Aksinya memang kerap membuat takjub. Suatu kali, di sebuah restoran, ia menghampiri seorang tamu yang akan membayar tagihan makan malam. Setelah mengambil uang dolar milik sang tamu, ia lantas meminta tamu tersebut untuk menyebutkan satu nama negara. Dan, yang berikutnya terjadi seakan berada di luar logika siapa pun yang melihatnya. Hanya dalam hitungan detik, uang dolar itu telah berubah menjadi mata uang asing dari negara yang dipilih sang tamu!
Apa yang dilakukan JB Benn tak  ayal membuat semua orang bertanya, bagaimana mungkin? Kecepatan tangan seperti apakah yang dimiliki pria ini?

Kenyataannya, hal mustahil inilah yang justru menjadi jiwa dari pertunjukan pria yang dikenal sebagai   master-nya sulap jalanan ini. Ia memang memiliki ilusi yang unik serta kemampuan untuk menjalin kedekatan dengan orang-orang yang menjadi objek sulapnya. “Saya lebih senang menyebut gaya sulap saya sebagai close-up magician,” katanya dalam sebuah wawancara.

Aksi sulapnya sudah ditonton jutaan orang di dunia, di antara mereka terdapat jejeran nama orang terkenal, seperti Warren Buffet, Bono  hingga mendiang Nelson Mandela. JB Benn juga memiliki banyak pelanggan perusahaan besar yang selalu mengundangnya tampil dalam acara mereka, seperti HBO, CNN, Paramount Pictures hingga Google, termasuk banyak pesta di ajang Academy Awards dan Golden Globe Awards.

Meski begitu, JB Benn tak pernah puas. Pria yang mulai menggemari sulap sejak usia tujuh tahun ini mengaku harus selalu menyempurnakan triknya. “Sebenarnya, mereka yang saya ajak bermain adalah semacam alat bagi saya untuk belajar,” katanya.

Pertama kali belajar sulap sejak usia 14 tahun, dua tahun kemudian JB Benn memulai pertunjukan pertamanya di Mareno’s Restaurant di Irving Place. Keberuntungan  ada di pihaknya. Supermodel Paulina Porizkova dan pasangannya, Ric Ocasek, seorang musikus, yang duduk di meja paling depan langsung tertarik pada permainan JB Benn saat itu. Ia pun diundang sebagai pengisi acara di salah satu pesta yang diselenggarakan pasangan ini.
Bisa ditebak, penampilannya di pesta Paulina dan Ric menjadi batu loncatannya untuk mengembangkan karier sulapnya. Ia bertemu dengan banyak orang dan mendapatkan banyak tawaran pentas. Di usia 21 tahun, ia sudah melakukan pertunjukan diberbagai kota, mulai dari mengisi acara perusahaan hingga prive party para selebritas.

“Sulap masuk ke kehidupan saya secara tidak sengaja.  Meski tertarik pada  dunia ini sejak kecil,   baru saat remaja saya menemukan kemahiran saya di bidang ini, dan memiliki koneksi yang kuat dengan dunia sulap. Sulap itu tentang sesuatu yang tidak terduga. Ini adalah apa yang orang tidak ketahui. Dari mana dunia berasal, itulah sulap,” kata pria yang melepaskan atribut sulap seperti jas berjuntai dan topi hitam, menggantikannya dengan pakaian yang fashionable dan modern.

Dari gemerlap Kota New York hingga Los Angeles, menyisir sisi London, menikmati eksotisme Mumbai, hingga berkelana di Mongolia dan Papua New Guinea, JB Benn mempertontonkan aksi sulapnya kepada banyak orang yang ia temui di perjalanan.

Di acara televisi miliknya yang tayang di AXN, JB Benn menggabungkan traveling dengan reality show tentang interaksinya dengan masyarakat setempat yang ia ajak merasakan pengalaman ‘kesederhanaan’ trik sulapnya, hanya bermodal setumpuk kartu di tangan atau teknik transformasinya. Berbeda dengan gaya pesulap David Copperfield yang lebih glamor dan senang menampilkan special effect.

Di luar tayangan acara televisinya, JB Benn mengaku merindukan situasi di mana ia duduk memainkan trik sulapnya di sebuah restoran tua. “Mereka yang datang ke sana tidak berharap untuk sebuah kejutan. Di sinilah sebuah sulap berawal,” ungkap pria yang lebih senang berada di rumahnya di Manhattan jika tidak sedang keliling dunia ini. (f)
 
 

Faunda Liswijayanti


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?