Foto: NF
Sebagai tujuan wisata yang relatif baru, masyarakat Pahawang sudah cukup tanggap, terlihat dari mudahnya menemukan tempat penyewaan kapal untuk menjelajah serta perlengkapan snorkeling di pelabuhan Ketapang, gerbang menuju pulau Pahawang. Sudah ada beberapa penginapan sederhana di pulau Pahawang Besar, salah satunya Turi Indah Homestay yang belum sampai setahun berdiri. Menurut Suhendi, pemiliknya, karena jumlah penginapan di Pulau Pahawang terbatas, tiga villa yang ia miliki selalu penuh di akhir pekan. Tapi tak usah khawatir, kita juga bisa menginap di rumah penduduk. “Kebanyakan penduduk di sini berprofesi sebagai nelayan, tapi semenjak banyak wisatawan datang, mereka mendapat penghasilan tambahan dari menyewakan kamar dan perahu,”ujar Saiful Anwar, tour leader yang mengantar kami.
Snorkeling yang relatif mudah jadi solusi bagi wisatawan yang ingin melihat kehidupan dalam laut tanpa perlu mengantongi sertifikat menyelam. Biasanya para pemandu menyarankan untuk tidak snorkeling terlalu dekat dengan pantai dan menghindari laut yang terlalu dangkal. Selain karena kita bisa tergores karang, atau membuat karang patah dan rusak, ada hewan-hewan baracun seperti bulu babi, bintang laut berduri, ikan batu, dan pari ini yang kerap bersembunyi di pasir dan di antara terumbu.
Lelah berenang, wisatawan bisa bersantai di pulau Kelagian Kecil dan Pulau Pahawang Kecil yang memiliki pantai berpasir putih yang lembut atau mencoba permainan banana boat. Usahakan mengunjungi Pulau Pahawang Kecil tidak terlalu siang, saat laut masih surut. Di satu sisi pulau yang sebenarnya termasuk kawasan pribadi ini, pantainya terhubung langsung dengan pulau Pahawang Besar. Kita bisa berjalan kaki di menyeberanginya. Ini salah satu spot favorit untuk selfie dan wefie.