CUT merupakan restoran yang digagas chef selebritas Wolfgang Puck, dan dibuka di Marina Bay Sands pada tahun 2010. Restoran ini menjadi perpanjangan pertama bisnis Wolfgang Puck di Asia. Konsepnya membawa format classic steakhouse ke arah lebih kontemporer, dengan pilihan beef premium dari berbagai negara.
Saat Femina bersantap malam di sini atas undangan Marina Bay Sands beberapa waktu lalu, Femina merasakan kelas Michelin yang berbeda, baik dari sajiannya maupun dari layanannya.
Di makan malam itu, sebagai pembuka hadir Maryland Blue Crab Cake, yang enak menggugah rasa dengan kesegaran saus basil aioli. Apalagi disusul Smoked Bone Marrow Flan, yang mengelus lidah dengan tekstur kaya rasa.
Selanjutnya, palet kita bakal lebih siap mencicipi Hokkaido Scallop Carpaccio, dengan permainan pedas-asam dari saus wasabi-kosho ponzu.
Untuk hidangan utama, menu steak yang ditawarkan beragam banget. Pilihannya antara lain mencakup Hokkaido Snow Beef dari Jepang, Great Southern Australia Grassfed “Little Joe,” Snake River Farms Wagyu/Angus, Earl Stonham Wagyu, hingga USDA Prime Corn-Fed Beef dari Illinois.
Wagyu di sini dibawa dari Amerika, Jepang, dan Australia.
CUT juga menawarkan premium cuts yang cukup rare, termasuk Kagoshima Craft Wagyu, pilihan eksklusif di CUT.
Bukan hanya beef yang ditawarkan; sederet boga bahari premium pun ada—dari tiram atau oyster asal Prancis dan Selandia Baru, king crab dari Alaska, abalone dari Pulau Jeju, hingga kerang bambu dari Skotlandia.
Kalau kamu lebih suka hidangan ikan yang simpel (tapi tetap kaya rasa), Sautéed Dover Sole Meunière bisa dipilih, seperti yang Femina coba. Hidangan klasik Prancis dengan ikan sebelah (flatfish) ini lembut, sedikit gurih, dan diseimbangkan cita rasa lemon.
Bicara soal porsi, steak di CUT by Wolfgang Puck memang cukup besar. Sharing tidak masalah, seperti Wagyu Tomahawk yang lezat tapi dijamin mengenyangkan kalau dinikmati sendirian.
Beranjak ke dessert, steakhouse ini punya banyak pilihan, seperti Deconstructed Matcha Opera dan Basque Style Cheesecake. Tapi menurut Femina, sih, Valrhona Chocolate Soufflé-nya juara, apalagi dengan raspberry gelato yang bikin rasanya pas.
Kalau kamu mau nge-wine setelah makan, CUT punya wine list dengan lebih dari 1.000 pilihan—waw! Kamu bisa menikmati wine di area bar dan duduk di kursi kulit rancangan Mario Bellini.
Interior resto ini didesain Tony Chi, dengan fasad panel perunggu setinggi empat meter, serta private dining room dengan dinding cermin dan wine display dari lantai hingga plafon.
Di dinding terpampang wajah sang chef, Wolfgang Puck, dan beberapa selebritas. Femina jadi penasaran; mereka pelanggan setia atau partner bisnis Chef Puck, ya....
Suasana resto ini remang-remang, apalagi di malam hari. Kamu jadi lebih fokus bersantap, sambil berbincang dengan teman makan, ditimpali suara para tamu lain. Tidak hening tapi tidak berisik, dan memberi kesan hangat.
CUT by Wolfgang Puck kini jadi satu dari tiga resto berbintang Michelin yang ada di area Marina Bay Sands, Singapura, bersama Waku Ghin, dan yang baru saja meraih Michelin awal Agustus, Jin Ting Wan. (f)
CUT by Wolfgang Puck
The Shoppes at Marina Bay Sands
Galleria Level, Basement 1
Singapura
Resto buka pukul 17.00, last seating 21.45
Bar buka pukul 16.00
Zornia Harisantoso
Topic
#kuliner