Travel
3 Hari Di Hongkong

3 Jun 2013


Pengantar Redaksi:
Sebuah perjalanan 3 hari 2 malam menikmati Hong Kong, dihadiahkan kepada 3 pemenang Wajah Femina 2012 oleh Dwidayatour. Mereka adalah Talitha A. Prameswari, Sere Kalina F. Sitorus dan Aisya Adiputri. Bersama Redaktur Eksekutif Mode femina Mira Monika, Redaktur Boga femina Valentina Limbong, menuturkan petualangan serunya menemani ketiga Wajah Femina ini menjelajah salah satu surga destinasi belanja favorit di Asia ini.

Ini bukan pengalaman pertama ke Hongkong, baik bagi Talitha, Sere, maupun Aisya, namun antusiasme mereka tetap tinggi. Banyak hal membuat mereka ingin kembali lagi. Hongkong, kota yang pijarnya tak pernah redup ini, memang punya daya pikat kuat untuk menjadi ’ibukota’ metropolitan Asia.  


Jejak Idola
Dari bandara Chek Lap Kok atau Hongkong International Airport, ditemani Epriel Sutjipto dari Dwidayatour dan Winny, pemandu  lokal, kami siap menikmati akhir pekan bersama. Kami langsung meluncur ke Avenue Park di Tsim Sha Tsui, Kowloon. Ini sebuah area yang dibuat sebagai bentuk penghargaan pada artis asal Hongkong. Bagai Hollywood Wall of Fame, sepanjang jalan ini dipenuhi dengan jiplakan tangan para artis populer Cina.

Tempat yang dibuka sejak April 2004 ini dibuat sebagai penghargaan kepada pelaku industri film profesional. Sebanyak 106 artis yang dipilih oleh The Hong Kong Film Awards Association Limited telah menjiplakan jejak telapak tangannya di tempat ini. Di antaranya, seperti Jet Li, Chow Yun Fat, Gong Li, Jackie Chan, dan  Andy Lau.

Destinasi berikutnya adalah Victoria Peak dan museum patung lilin Madame Tussaud’s yang berlokasi di The Peak, area tertinggi (552 meter di atas permukaan laut) di Hongkong. Dulunya, area ini adalah tempat pemantauan kapal laut. Area ini juga dikenal sebagai pemukiman mewah di Hongkong karena harga tanahnya yang selangit. Salah satu selebriti papan atas yang tinggal di daerah ini adalah Jackie Chan.
 
Untuk menuju ke sana, kami menggunakan The Peak Tram, kereta yang beroperasi pertama kali di tahun 1888. Panjang rute kereta hanya 1,4 km, namun yang unik, jalurnya menanjak, hingga jarak antara titik terendah hingga titik tertinggi jalur hampir 400 m. Perjalanan dengan tram ini menghabiskan HK$ 63 (Rp78 ribu) pulang pergi. Epriel menyarankan kami untuk mengambil posisi sebelah kanan trem, soalnya, dari sisi ini kami bisa melihat pemandangan kota Hongkong lebih jelas. ”Keren, tapi agak ngeri ya tanjakannya...,” kata Aisya sambil melihat ke luar kereta.

Setelah ‘bertemu’ sebentar dengan Johny Depp, Audrey Hepburn, Madonna, Michael Jackson, dan The Beatles di museum patung lilin Madame Tussaud’s, kami menuju  Victoria Peak, titik tertinggi di The Peak. Tepat di saat menjelang matahari terbenam, sampailah kami di tempat yang juga disebut gunung Austin itu.  Pemandangan Hong Kong dari ketinggian senja itu tak disia-siakan oleh para pemenang WF ini. Tanpa dikomando, mereka pun segera bergaya dengan latar keindahan gedung-gedung pencakar langit dan Victoria Harbour.

“Bukan orang kaya jika tak pernah mengunjungi Jumbo Floating Restaurant,” kata Winny dalam perjalanan menuju resto yang sudah dibuka sejak tahun 1976 ini. Terletak di Aberdeen Harbour, kami masih harus menyeberang menggunakan ferry gratis khusus pengunjung resto, yang ditempuh selama 10 menit. Di sekitar resto terlihat banyak yacht mewah parkir, jadi seharusnya tak perlu kaget bila melihat harga menu yang harganya sampai HK$ 4950 (Rp6,2 juta). Terbukti memang, selain interiornya yang klasik dan mewah, kelezatan hidangan seafood yang diracik chef ngetop dengan gaya dapur Negeri Tirai Bambu menjadi highlight di tempat yang selalu dipadati turis ini.



Memicu Adrenalin
Siapa bilang Disneyland hanya seru untuk anak-anak? Orang dewasa pun tak kalah antusias jika ditawari ’bermain’ di surga permainan itu. Para pemenang WF pun terlihat bersemangat ketika tahu agenda hari itu akan menikmati aneka permainan seru di Disneyland yang berlokasi di pulau terbesar di Hong Kong, yaitu Lantau.

”Saya inginnya yang langsung bikin deg-degan, skip bagian pemanasan,” kata Talitha yang disambut cepat dengan anggukan oleh kedua temannya. Tanpa berlama-lama, kami menuju Space Mountain. Ini merupakan roller coaster indoor dengan konsep luar angkasa. Naik, turun, berputar balik di dalam kegelapan yang cahayanya berasal dari bintang-bintang. Adrenalin langsung melonjak di permainan pertama!

Advertisement
Di sekitar wahana Toy Story, ada permainan yang melihatnya saja sudah membuat jantung deg-degan, RC Racer. Setelah kami duduk dan mengenakan sabuk pengaman, ’mobil balap’ kami pun bergerak naik - turun di lintasan berbentuk huruf ’U’  dengan kecepatan mulai dari lambat hingga kencang. Jantung rasanya mau copot! Berlanjut dengan Grizzly Gulch, wahana baru yang dibuat agar kita bisa merasakan petualangan bagai cowboy abad 19 di Amerika.

Tapi bagi kami para wanita, adrenalin kami masih perlu dipicu dengan...belanja! Jadi segeralah kami meluncur ke Ladies Market yang terletak di Tung Choi Street di Mongkok.  Dari Lantau, kami menggunakan kereta MTR (Mass Transit Railway) menuju Sunny Bay, lalu transit berganti kereta menuju Mongkok. Begitu keluar di pintu Exit E2, kami langsung disambut suasana hiruk pikuk di pusat perbelanjaan yang super ramai itu. ”Duh, bingung nih, mulai dari mana. Semua barangnya lucu-lucu dan murah, ” ujar Talitha. Jadilah, malam itu kami pulang dengan tentengan di tangan kiri dan kanan.

Jika Anda suka blusukan belanja, Hongkong adalah tempatnya. Ada banyak tempat belanja seru semacam Ladies Market ini. Seperti di Cheung Sha Wan Road, Sham Shui Po, Kowloon, Anda bisa belanja busana casual yang sedang tren. Granville road di Tsim Sha Tsui, Kowloon, berisi deretan toko factory outlet berbaur dengan toko-toko desainer muda. Dijamin, siapa pun yang melihatnya, pasti akan ‘lapar mata’. 



Mal Hopping

Hari terakhir, kami sisakan waktu untuk sedikit bersantai sambil berbincang kala menikmati sarapan di hotel. Ini kesempatan terakhir untuk mengunjungi mal. Ada lebih dari 40 mal di Hongkong.

Yang sedang hit, salah satunya adalah Langham Place di Mong Kok. Di dalamnya terdapat 200 toko, sebagian besar ditujukan unutk pecinta fashion dengan selera muda. Keistimewaannya adalah interior digital sky, permainan cahaya di langit-langit mal. 

Pilihan kami jatuh pada Citygate Outlet Mall, di Tat Tung Road, Tung Chung, Outlying Islands. Pusat perbelanjaan ini merupakan pertama dan satu-satunya Outlet Mall yang ada di Hongkong. Jaraknya yang hanya sekitar 10 menit dari bandara membuatnya jadi persinggahan turis untuk memuaskan hasrat belanja sebelum meninggalkan Hong Kong.

The heaven of branded items, mungkin itu sebutan yang paling cocok untuk City Gate Outlet. Mall. Betapa tidak, ada lebih dari 80 merek terkenal bersarang di sini dengan harga yang pastinya lebih murah, karena semua barang yang ada di mal ini berlabel diskon dari 30% hingga 70% sepanjang tahun! Beberapa di antaranya adalah Armani, Kate Spade, Club Monaco, Calvin Klein, Diane von Furstenberg dan Burberry.

Tanpa berlama-lama kami segera memulai cuci mata sekaligus memilih barang yang akan kami tenteng pulang. Sere langsung menuju toko jam City Chain, pusatnya jam-jam bermerek, dan menambah koleksi jam tangan Hello Kitty, favoritnya. ”Murah banget , cuma HK$300 (Rp375 ribu)!” katanya, cerah.

Sementara Aisya, cukup senang dengan gaun putih yang dibelinya di Club 21, yang menjual produk Calvin Klein dan DKNY. Sebagai penutup, kami memborong camilan yang banyak tersedia di lantai dasar mal. Kurang afdol memang kalau belum membuat koper jadi ’beranak’ di Hongkong.


Tip
• Perhatikan cuaca sebelum ke Hongkong untuk menyesuaikan pakaian.
• Kalau mau praktis, gunakan bantuan biro perjalanan untuk memudahkan Anda menuju lokasi wajib kunjung. Hemat waktu!
• Bagi Anda yang doyan wisata kuliner, sempatkan menjelajah rasa kala berkunjung ke pusat perbelanjaan seperti Ladies Market atau Causeway Bay. Banyak jajanan wajib coba.
• HongKong juga seru untuk dijelajah di malam hari. Menjelajahi resto ke resto, atau mengunjungi pasar malam bisa jadi petualangan seru. (VALENTINA LIMBONG)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?