Tak sekadar kekayaan hutan, Kalimantan juga ternyata memiliki area kepulauan dengan beragam keindahan biota laut. Salah satu yang sedang ‘naik daun’ adalah kepulauan Derawan. Tempat ini seakan jadi destinasi wajib bagi pecinta wisata bahari. Kekayaan biota laut dan pantai pasir putih yang bersih siap memikat Anda.
PESONA CORAL TRIANGLE
Rangkaian pulau yang terdiri dari 31 pulau ini menyimpan banyak kekayaan biota laut. Jika dihitung, keanekaragaman karang di kepulauan yang berada di propinsi Kalimantan Timur ini memiliki sekitar 460 jenis karang, jumlah ini merupakan peringkat terbanyak di Indonesia setelah Raja Ampat. Sementara variasi ikan, terdapat sekitar 870 jenis ikan bermukim di kepulauan ini.
Setibanya saya di bandara Kalimarau, Berau, saya masih harus menempuh perjalanan dengan speed boat selama dua jam. Perhentian pertama sekaligus tempat saya menginap tak lain di pulau Derawan. Benar saja, perjalanan panjang yang cukup melelahkan itu akhirnya terbayar seketika saat kapal berlabuh di dermaga pulau. Air laut yang transparan bagai kaca yang melapisi keindahan terumbu karang di dasarnya. Belum lagi, dua ekor penyu sisik besar yang asyik berenang, menambah girang suasana hati, akhirnya bisa juga merasakan keindahan Derawan. Pemandangan ini pun langsung saya abadikan saking senangnya.
Selain pulau Derawan, pulau Kakaban, Maratua, dan Sangalaki merupakan pulau- pulau yang menjadi primadona di gugusan pulau yang terletak di kabupaten Berau ini. Masing-masing pulau memiliki titik selam yang menjadi destinasi para penyelam mancanegara. Jika di Maratua terdapat 21 titik selam, di Sangalaki terdapat 11 titik selam favorit, juga sekaligus dijadikan sebagai area konservasi penyu. Dari Derawan, perjalanan menuju Maratua bisa ditempuh dengan speedboat selama 1,5 jam. Pulau ini terletak di laut Sulawesi dan berbatasan dengan Malaysia, jika beruntung Anda bisa menyaksikan aktivitas ikan paus dan lumba-lumba yang sedang bermain atau bermigrasi.
BERTEMU UBUR-UBUR DI KAKABAN
Begitu sampai di danau, tanpa berpikir panjang, saya langsung nyemplung ke dalam laguna tersebut. Dengan bantuan kacamata snorkeling, saya bisa melihat puluhan ubur-ubur di sekeliling saya. Ada empat jenis ubur-ubur yang bertempat tinggal di laguna ini, yaitu Moon Jellyfish (Aurelia aurita ) yang bentuknya lebar dan bulat seperti piring , box jellyfish (Tripedalia cystophora), spotted jellyfish atau ubur-ubur papua (Mastigias papua ), dan upside-down jellyfish (Cassiopea ornata), atau ubur-ubur yang bisa berenang terbalik. Sensasinya semakin terasa ketika saya berenang dengan jarak 10 meter dari tepi danau, semakin banyak ubur-ubur baik hati yang menemani saya berenang. Perasaan geli bercampur bahagia karena ditemani oleh sekumpulan ubur-ubur, seru!
LEYEH LEYEH DI GOSONG PASIR
Gosong ini bisa terlihat ketika air sedang surut, jika air pasang, maka dengan sendirinya akan tertutupi oleh air laut. Jadi, pagi hari adalah waktu yang paling tepat untuk leyeh-leyeh di atas pasir putih sambil bermandikan hangatnya mentari pagi. Air jernih yang dangkalnya semata kaki, semakin menambah kenikmatan bermalas-malasan, tak peduli jika kulit akan gelap karena terbakar sinar matahari. Ditambah lagi, arus di sekitar gosong pasir sangat tenang, kami pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berenang hingga puas.
Sinyal perut lapar akhirnya memaksa kami untuk kembali ke pulau Derawan. Waktunya untuk makan siang di pulau kecil ini. Mayoritas penduduknya merupakan oleh suku Bajo yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Saking kecilnya, hanya dalam waktu 30 menit, saya sudah mengelilingi pulau berisi rumah-rumah warga tersebut dengan hanya berjalan kaki.
Soal makanan, saya yang sedikit bawel soal makanan merasa sangat puas dan bahagia disini. Tentunya karena menu sehari-hari disini adalah seafood segar. Semua jenis ikan didapat dalam kondisi benar-benar segar, rasa daging ikan alami yang bercitarasa manis dan lembut. Sungguh tak perlu pintar memasak untuk menghasilkan sepiring sajian ikan yang lezat, ini baru surga untuk pecinta seafood!
Menurut saya dan teman-teman seperjalanan, waktu di pulau indah ini sangat berharga, makanya kami tak ingin melewatkan kesempatan untuk snorkeling di dekat dermaga. Lagi-lagi saya terpana melihat keindahan terumbu karang beserta ikan-ikan berwarna warni yang berada di sekitar dermaga ini. Area ini juga menjadi salah satu titik selam favorit bagi wisatawan yang ingin menyelam di pulau seluas 44 hektar ini.
Tip Perjalanan
- Terbang dari Jakarta menuju Balikpapan. Dilanjutkan perjalanan udara dari Balikpapan menuju Berau. Dilanjutkan dengan menumpang tranportasi umum dari Berau menuju Tanjung Batu selama 2,5 jam. Dari Tanjung Batu, menggunakan speed boat selama 45 menit. Harga yang dikenakan untuk penyewaan speedboat bervariasi, tergantung dengan kapasitas perahu tersebut. Semakin banyak, harga biasanya cenderung lebih murah.
- Harga penginapan di pulau Derawan berkisar di antara Rp 500.000 hingga Rp2.000.000 per malam. Selain itu, ada juga banyak warga yang menawarkan rumah mereka sebagai akomodasi, tentunya harganya lebih bersahabat dibanding harga menginap di resort.
- Jika menjelajah Maratua, Kakaban dan Sangalaki dalam sekali jalan, berangkatlah lebih awal agar bisa puas menikmati kedua tempat tersebut. Semakin sore angin yang kencang akan membuat gelombang ombak semakin tinggi.
- Jika gemar olahraga air seperti snorkeling, sebaiknya membawa alat sendiri, jika tidak, Anda dapat menyewanya dengan harga Rp50.000/ hari. Untuk yang ingin mencoba diving, tak perlu takut meski tak punya lisensi. Disini Anda bisa melakukan try dive seharga Rp350.000, dengan ditemani guide.