Foto: 123RF
Memiliki kekasih seorang misoginis atau pria yang suka merendahkan wanita bisa jadi sangat tricky. Di satu sisi kita sangat mengasihinya, tapi di sisi lain harus sering memendam sakit hati karena sikapnya yang cenderung menilai wanita itu lebih buruk, rendah, dan bodoh dibandingkan dirinya.
Menurut psikolog dari Binus University dan penulis buku, Pingkan Rumondor, M.Psi., misoginis tidak selalu mewujud dalam bentuk kebencian terhadap wanita. “Misoginis itu dekat dengan seksisme. Jadi, wujudnya justru lebih banyak dalam bentuk kecenderungan menilai wanita itu lebih buruk, rendah, dan bodoh dibandingkan dirinya, bisa dalam bentuk verbal maupun perilaku,” paparnya.
Penulis Bukan Move On Biasa: Bikin Langkahmu Lebih Bermakna ini lebih lanjut menjelaskan bahwa wujud misoginis sering kali tidak disadari oleh pelaku dan korbannya. “Yang perlu diingat, misoginis tidak hanya terjadi pada pria, tetapi juga wanita,” ujar Pingkan.
Jika misoginis dibiarkan berlarut-larut dalam sebuah hubungan, bahkan hingga pernikahan, wanita berisiko menerima kekerasan emosional, fisik, dan seksual. Untuk mencegahnya, lakukan ini (jauh) sebelum Anda mengatakan ‘Ya’ saat si dia melamar:
- Lakukan pendekatan dengan keluarganya dan kenali perilaku mereka.
Lihat cara anggota keluarganya memperlakukan wanita di rumah dan lingkungan mereka. Jika Anda mendeteksi sinyal-sinyal meremehkan dari mereka (baik secara verbal maupun perilaku), Anda perlu waspada. Bisa jadi, calon suami Anda juga seperti itu tanpa ia sadari.
- Jika pacar atau suami ternyata memang seorang misoginis, bantu dia ‘sembuh’ dengan membicarakan perilakunya secara bertahap. Fokus ke masalah pasangan agar ia bisa menyembuhkan trauma yang membentuk prasangka itu.(f)
Topic
#misoginis