Sex & Relationship
Diam Bisa Jadi Bumerang dalam Hubungan

15 May 2016


Foto: Fotosearch

Selama 2 tahun berpacaran,  tiap kali saya dan pacar ribut, kami memilih untuk diam dan tidak bertemu hingga emosi mereda. Setelah itu, kami bisa bersikap biasa lagi. Masalahnya, kami berniat menikah. Saya takut cara ribut kami akan jadi bumerang dalam   pernikahan kami kelak. Bagaimana saya bisa menyampaikan hal ini kepada pacar?
 
Mira S. – Yogyakarta

Saran Irma Makarim
Advertisement
Saling berdiam diri bukanlah cara yang baik untuk menyelesaikan masalah. Kebiasaan ini justru akan membuat masalah menumpuk dan terus-menerus jadi bagian dalam kehidupan pernikahan Anda kelak. Pertanyaan Anda ini menunjukkan bahwa Anda ingin berubah dan ingin mempertahankan hubungan ini.
Mulailah dengan lebih terbuka membicarakan masalah.  Dengarkan curahan perasaan kekasih. Ajak dia untuk mendengarkan Anda juga. Cara ini bisa menjadi solusi untuk lebih mengenal pasangan, sekaligus menyelesaikan masalah satu demi satu.
Cara komunikasi Anda dengan kekasih saat ini bisa menjadi cerminan untuk kondisi pernikahan Anda. Jika kekasih tidak membantu Anda menemukan solusinya, maka Anda dan pasangan bisa memikirkan kembali hubungan ini. Menerima konsekuensi atau tidak mempertahankannya.
 
Saran Monty Satiadarma 
Anda benar, pola komunikasi yang kurang sehat di antara Anda berdua memang bisa jadi bumerang dalam pernikahan. Jika ada masalah di antara Anda berdua, sebaiknya segera dituntaskan sehingga tidak bersifat akumulatif dan berkembang jadi masalah besar. Akan tetapi, Anda harus memahami apakah masalah itu sekadar perbedaan pendapat atau perbedaan prinsip?
Jika ada perbedaan prinsip, sebaiknya segera temukan akar masalahnya. Oleh karena itu, Anda berdua harus belajar untuk lebih sering mendengarkan. Individu pada umumnya  sulit mendengarkan karena ingin mempertahankan sikap dan sudut pandang mencari kebenaran masing-masing.
Coba perbaiki pola komunikasi dengan memahami pesan di balik ungkapan komunikasi pasangan Anda. Jika belum memahami, jangan buru-buru membantah atau menentang. Tanyakan dulu, apa yang sesungguhnya ia kehendaki. Lalu, berikan sudut pandang Anda. Dari kedua pendapat berbeda, coba temukan titik tengahnya.


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?