Waktu kecil saya hobi menonton tayangan olahraga, terutama sepak bola. Salah satu idola saya adalah Rayana Jakasurya, salah satu jurnalis senior di bidang olahraga. Saya sampai pernah bilang ke nyokap kalau suatu hari saya mau menjadi presenter seperti beliau. Syukurlah, di tahun 2011 impian ini terwujud. Saya menjadi presenter liga Inggris di TV swasta selama dua tahun sebelum menjadi presenter berita hiburan.
Bagaimana cara Anda mewujudkan impian tersebut?
Saat saya masih SMA, ada pemilihan bintang iklan produk fotografi. Saya, sih, malas ikut tapi teman mendaftarkan. Saya yang saat itu tinggal di Bandung, lolos seleksi awal dan dipanggil di Jakarta. Ternyata, saya sukses menjadi juara 3 dan dikontrak selama dua tahun.
Mulai, deh, saya menjadi bintang iklan untuk minuman bersoda bersama Sheila on 7. Lalu, saya merambah ke sinetron. Saya masih ingat, tuh, sinetron pertama saya, adalah Cerita Cinta di mana saya bermain sebagai Harry Potter. Seru, deh, main bersama Tengku Firmansyah, Didi Petet, dan Surya Saputra.
Masih ingat berapa honor yang Anda terima saat main sinetron tersebut?
Lumayan. Intinya, sih, saya bisa membeli ponsel bermerk terbaru saat itu, hahaha.
Maunya, sih, begitu, tapi mungkin bukan jalannya, hahaha. Waktu kecil, bukannya ikut klub sepak bola, saya malah masuk tarung derajat, olahraga seni bela diri. Soalnya, nih, saya penakut. Saya ogah, tuh, saat diminta mematikan lampu di depan rumah karena takut gelap. Karena cemas saya nggak tumbuh menjadi lelaki sejati, alm bokap memasukkan saya ke tarung derajat. Empat tahun di sana, saya malah jadi kelewat berani, hihihi.
Dua-duanya menarik. Sebagai aktor, saya harus sensitif ke diri sendiri karena apa yang saya rasakan dalam kehidupan sehari-hari diaplikasikan pada saat syuting. Kalau presenting, saya harus memberi informasi pada penonton melalui cara penyampaian pesan yang baik. Saya yang tadinya jarang ngomong, harus beradaptasi. Seru, sih, belajar bersikap supel.
Nggak tertarik coba bidang lain?
Saya sedang memperdalam public speaking, nih. Untuk jadi public speaker yang baik, kan, harus mengaplikasikan ilmu public speaking di banyak bidang.
Bagaimana dengan berkarier di balik layar?
Ya, saya pernah, tuh, membuat film indie—proyek pemerintah—bersama teman. Saya merasakan seharian berada di ruang editing dan melakukan mixing untuk membuat narasi. Meski lelah tapi rasanya sangat puas. Target tahun ini, sih, ingin membuat film komersil. Doakan, ya, semoga bisa terwujud! (VIN/FOTO:JUNARTA TAUFIK)