"Camer saya tergolong bawel. Nggak heran kalau setiap ketemu dia pasti mendominasi obrolan. Hebohnya lagi... dia senang memuji-muji anak-anaknya sendiri, termasuk pacar saya. Untung hubungan saya dan pacar sudah berakhir. Nggak kebayang, deh, kalau akhirnya beneran jadi mertua. Pasti setiap hari saya harus mendengar 'curhatnya', he he he." (Aurelia, 25, karyawan)
Jengkol Cinta
Telepon Teguran
"Suatu hari saya diajak pacar main ke rumahnya untuk pertama kalinya. Setelah kenalan dan ngobrol dengan camer, saya diajak main ke kamar pacar. Sebenarnya, sih, nggak enak tapi saat itu saya dan pacar mau diskusi soal komputer yang memang terletak di kamarnya. Nggak tahunya camer saya nggak suka soal 'kelancangan' saya masuk ke kamar anaknya. Keesokan harinya camer menelepon saya dan langsung menegur secara sopan. Wah... jadi nggak hati, deh! Untungnya, sih, setelah kejadian itu hubungan saya dan camer lebih dekat." (Fitri, 29, PNS) CC