Cemberut pas si dia izin mau nongkrong sama geng cowoknya. Ingat: statuspacar nggak memberi kita hak untuk membatasi pergaulan si dia. Sebagai makhluksosial, si dia juga butuh ketemuteman-temannya, dong—masak seluruh waktunya dihabiskan cuma buat kita....
Mengorek-ngorek cerita seputar mantannya. Bagi cowok, yang sudah berlalu ya nggak perludiungkit lagi. Lagipula, ngapain cemburu sama mantannya? Sehebat-hebatnya sangmantan, toh, akhirnya mereka putus juga. Itu artinya, keduanya memang nggakcocok. Siapa tahu, si dia jodohnya memang sama kita. Uhuy!
Harus selalu ditemenin dan diantar-jemput. Halah... memangnya si diaasisten pribadi kita? Dalam kadar tertentu, si dia memang suka dimintai tolongkarena merasa dibutuhkan oleh kita. Tapikalau untuk belanja di minimarket depan komplek saja minta ditemenin,itu, sih, sudah kebangetan!
Haus perhatian. Misalnya, nih, dalam sehari si dia harusmenelepon kita minimal lima kali. Sebaliknya, kita nggak mau melakukan halserupa. Karena hanya berlangsung satu arah, bisa-bisa si dia cari perhatiandari cewek lain, tuh.
Suka gelendotan dan bercanda mesra pada cowok lain. Abis, kitajadi terkesan gampangan. Rasanya, sih, nggak ada cowok yang bangga menggandengcewek dengan predikat tersebut.
Memaksa si dia memberi password facebook-nya, sehingga kita leluasa ngecek message yangmasuk, mengubah status si dia seenaknya, atau main upload foto-fotomesra berdua. Kalau kita punya account sendiri, utak-atik saja accountkita. Biarkan account-nya tetap menjadi zona pribadi si dia untukberekspresi. Siapa tahu, si dia memang bukan tipe yang suka mengumbar fotomesranya.
Ngomongin kejelekan orang. Sesekali saja, sih, nggak masalah, tapi kalaukeseringan, kita akan terlihat sebagai sosok nggak pede. Soalnya, nih, hanyaorang-orang nggak pede yang suka ngomongin kejelekan pihak lain untukmembuat dirinya sendiri terlihat lebih baik.
Ngebahas pernikahan. Kecuali si dia sudah melamar, hindarimembahas topik ini, Melihat kita yang sangat terobsesi untuk menikah—padahal barubeberapa bulan jadian—bisa bikin si dia kabur, apalagi kalau si dia belum siapmelepas status lajangnya.
High maintenance. Makan harus di kafe, seminggu sekali wajib nyalon, ke mana-mana mestinaik mobil, pokoknya nggak bisa diajak susah, deh. Kecuali si dia memang tajirdan sanggup mengikuti gaya hidup kita, si dia biasanya mundur teratur. Dalampikiran mereka, bisa-bisa jika menikah nanti, gaji mereka habis hanya untukmembiayai gaya hidup kita!
Terlalu agresif, misalnya sehari bisa lebih dari 10 kalimengirim SMS. Di awal jadian, hal ini terasa menggemaskan, tapi setelahbeberapa bulan, berbalik jadi memuakkan, he he he. CC