Sampel darah dikumpulkan dari para responden. Nggak hanya gen mereka yang dianalisa, tapi juga kebiasaan merokok, minum, dan olahraga. Hasilnya, tubuh orang yang memiliki sifat tertutup ternyata lebih lambat dalam merespons infeksi.
Fakta ini berbeda dari responden yang memiliki kepribadian terbuka dan cenderung blak-blakan. Menurut peneliti, responden dengan tipe kepribadian ini justru memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik. Jadi saat berhadapan dengan virus tertentu, dia pun lebih kebal dan tidak mudah sakit.