Eits, jangan ngomel aja. Sesekali ngikutin tabiatnya si dia nggak masalah, dong. Nggak semuanya salah, kok. Kalau kita mau toleransi sedikit, dijamin, deh, acara bercinta pasti makin seru dan nggak hanya sebagai rutinitas.
Quickie itu seru
Siapa bilang quickie nggak asyik? Serba terburu-buru karena dikejar waktu justru bikin kita merasa tertantang. Quickie juga mampu membuat pikiran kita yang penat kembali segar. Sebelumnya bayangkan skenario liar di pikiran kita lalu goda si dia dengan sms nakal.
Setelah itu ajak si dia pulang sebentar untuk bercinta saat istirahat kerja. Kita pasti jadi nggak sabar, deh, menunggu pulang kerja untuk melanjutkannya. Nggak sempat pulang? Fitting room di mall dekat kantor boleh dicoba, tuh, tapi pastikan nggak ada orang yang antre atau mengintip, ya.
Cinta dimulai dari perut
Daripada si dia asyik mencoba jamu-jamuan atau minuman bernergi untuk menambah staminanya, lebih baik sediakan yang alami. Apalagi kalau kita yang menyiapkannya.
Misalnya, nih, sajikan menu daging kambing atau kerang saat makan malam. Si dia ngerti banget, kok, maksud kita memasak makanan itu. Biarpun rasanya nggak karuan, aksinya di tempat tidur tetap maksimal, deh.
Jangan jual mahal
Mau puas bercinta, sih, dilarang malu-malu. Cowok selalu susah membaca pikiran kita, makanya mereka nggak pernah mengerti apa yang kita suka. Biasakan buat saling curhat semua yang kita suka saat bercinta. Tunjukkan daerah sensitif yang nyaman untuk disentuh atau posisi yangmemudahkan kita orgasme. Diam saja cuma bikin rugi.
Selain itu nggak perlu ragu buat mengekspresikan yang kita rasakan. Sah-sah aja, kok, berteriak atau memuji kehebatannya. Nggak usah takut muka kita kelihatan jelek saat orgasme—buat si dia malah seksi. Bila kita puas, si dia pasti bakal lebih semangat lagi memuaskan kita. CC