Relaksasi
Dead body pose bisa jadi semacam break usai melakukan latihan-latihan atau pose-pose berat lainnya. Jadi, maksimalkan waktu beberapa menit ini sebagai jeda istirahat untuk kembali memberikan ‘latihan’ kepada tubuh.
Konsentrasi
Jangan menganggap kalau pose ini sebagai posisi tidur biasa dan jangan juga menjadikan savasana sebagai ‘pengecualian’ untuk tidak fokus. Justru pada posisi ini konsentrasi Anda berpindah dari yang tadinya konsentrasi pada pose-pose yang ‘memeras’ otot dan keringat beralih kepada ‘istirahat’. Ya, bahkan ketika ‘istirahat’ pun Anda butuh konsentrasi untuk menghimpun tenaga.
Badan Lurus
Hal yang tak kalah penting, Anda harus memerhatikan posisi Anda saat melakukan dead body pose. Jangan sampai badan Anda miring, bergeser lebih ke kiri atau kanan. Posisi badan yang tidak lurus akan membuat Anda pusing dan mual saat bangun. Kemudian tidak bagus juga untuk peredaran darah.
Siapa sangka posisi sesederhana dan ‘segampang’ dead body pose dapat memperkuat sistem imun. Penjelasannya, setelah melakukan gerakan berat, dead body pose—bila dimaksimalkan akan membantu me-recovery tubuh yang lelah yang justru meningkatkan imunitas.
‘Me Time’
Sejenak untuk beberapa menit Anda (harus) bisa melepas pikiran-pikiran yang memenuhi kepala Anda dan rileks, melapangkan pikiran. Percayalah, beberapa menit melakukan dead body pose bermanfaat untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.
Mengenal Tubuh
Ya dengan Anda melakukan dead body pose Anda belajar mengenal dan memahami tubuh sendiri. Menyadari cara Anda bernapas dan ‘menikmatinya’.