Pemeriksaan ultrasonografi (USG) bisa melihat apakah seorang cewek menderita kista, mioma, tumor atau keputihan. Jika ada kelainan atau infeksi yang sekiranya berpotensi mengganggu proses kehamilan, maka bisa diobati terlebih dahulu.
Tes rhesus darah
Umumnya orang Asia memiliki rhesus positif, sementara orang Eropa rhesus negatif. Persilangan kedua rhesus dapat menyebabkan terjadinya keguguran berulang karena sel darah kita akan memakan sel darah janin. Mengetahui kecocokan rhesus kita dan pasangan penting banget kalau ingin punya keturunan.
Tes buat cewek ini bertujuan mengetahui apakah kita memiliki bawaan virus toksoplasma, rubella, cytomegalo atau herpes. Virus itu memang nggak berdampak langsung terhadap kita, tapi dapat membahayakan janin jika kita hamil nanti.
Berhubung tes komplet TORCH di Indonesia masih mahal, umumnya disarankan mengutamakan tes toksoplasma dulu. lagipula kasus rubella dan cytomegalo masih jarang di Indonesia.
Tes kesuburan
Untuk cewek, yang dilakukan adalah tes kemampuan berovulasi (mengeluarkan sel telur). Sementara untuk cowok adalah tes sperma, untuk mengetahui kuantitas dan kualitas spermanya. Umumnya ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesuburan, seperti keadaan rahim, kondisi psikologis dan gaya hidup.
Selain tes-tes di atas, sebaiknya kita juga menjalani tes umum yang mencakup tes darah, urin, gula darah dan hepatitis. Lebih baik antisipasi di awal daripada menyesal, kan? CC