Perempuan-Perempuan, Kumpulan Cerpen Urban
26 Apr 2016
Ana Mustamin/Trizah Books
Tiap cerpen di buku ini sukses memotret kehidupan wanita urban yang diceritakan dengan cerdas dan lugas. Kegelisahan sang penulis terhadap masalah sosiokultural dijalin dengan peliknya tantangan yang dihadapi wanita sehari-hari. Kisah-kisahnya pun bervariasi, dari pemberitaan yang bias gender tentang wanita dan korupsi di
Tas Jinjing, kritik tentang eksploitasi ayat-ayat suci dalam siaran televisi di
Malam Ketiga, hingga masalah cinta yang tak ada habisnya.
Di
Senja Terakhir, ada sosok eksekutif lajang yang --setelah patah hati menahun-- menenggelamkan diri dalam kesibukan. Lalu harus bertarung dengan kesunyian setelah memutuskan untuk berhenti bekerja tepat di puncak kariernya di dunia perbankan. Meski sebagian cerpen ditulis lebih dari satu dekade lalu, temanya tetap relevan dengan kondisi saat ini.