Foto: CIK
Sudah tentu para penonton dari dua generasi, era ’90-an dan 2000-an hanyut dalam keriaan. Entakan musik dalam aransemen kaya ornamen serta tata panggung megah membuat semua penonton tak ragu bergoyang.
Maliq ‘N D’Essentials yang ngetop di era 2000-an, tampil lebih dulu membuka konser dengan membawakan lagu-lagu hits seperti Kangen, Terlalu, Terdiam, dan Himalaya. Setelahnya, giliran The Groove yang mengambil alih show membawakan lagu-lagu hits seperti Satu Mimpiku, Khayalan, Hanya Karena Cinta, serta Pangeran & Putri. Tak lupa, band asal Bandung ini menyelipkan lagu-lagu acid jazz terkenal seperti Funkier Than Ever, You Are The Universe, Get Down On It, dan Have Fun Go Mad. Penonton pun bergoyang sambil berkaraoke massal.
Kedua band itu saling melengkapi, baik dari komposisi musik dan penampilan di panggung. Selama 3 jam, konser itu sukses membuat penonton bergoyang. Namun, bagi sebagian penonton yang ingin menikmati musik acid jazz, konser ini dinilai kurang memuaskan.
“Mereka terlalu fokus dengan penampilan di atas panggung, sehingga melupakan segi musikalitasnya. Saya sebenarnya menantikan The Groove dan Maliq bisa unjuk skill memainkan musik acid jazz,” ujar Alfian Mahendra (35), salah satu penonton. Meski begitu, ia tak menampik bahwa konser itu seru dan menghibur. (f)
Topic
#Konser