John Waromi/ Lontar Foundation
Perjuangan suku asli untuk tetap bertahan hidup di banyaknya peristiwa perusakan lingkungan selalu menumbuhkan rasa empati. Nun jauh dari pesisir Papua Barat, kisah tentang kehidupan suku Ambai diceritakan lewat persahabatan Andevavait, seekor ikan amfibi, dan Bohurai, ikan fugu yang serakah, serta Anggereai, seekor kepiting. Saat lingkungan dirusak, maka keharmonisan makhluk hidup yang menghuninya pun lenyap.
Mampukah suku Ambai mempertahankan kearifan lokal mereka untuk menjaga keseimbangan alam? Pengalaman hidup penulis yang juga putra suku Ambai itu memberikan sentuhan personal dalam novel pertamanya ini. Permainan kata tentang alam Papua juga sempat ia hadirkan dalam sesi pembacaan puisi di salah satu rangkaian acara Frankfurt Book Fair 2015 lalu. (f)