Film Spanyol ini berkisah tentang agen rahasia badan intelijen Spanyol (CNI) yang dikenal dengan kode Zeta (Mario Casas). Ia sedang cuti di tempat tersembunyi demi merawat sang ibu yang demensia.
Sementara itu, di berbagai belahan dunia, empat mantan agen rahasia Spanyol ditemukan terbunuh. Keempatnya terkait operasi rahasia Ciénaga–masih ada satu orang lagi yang terlibat di operasi itu. Zeta pun dijemput bosnya, Elena (Nora Navas), untuk menyelamatkan orang kelima.
Awalnya menolak, Zeta akhirnya mau karena ternyata orang kelima itu adalah ayahnya. Selama ini Zeta mengira ayahnya bernama Erick Beana dan telah meninggal semasa ia kecil. Namun ternyata sang ayah adalah Salvador Ancares (Luis Zahera) yang masih hidup dengan keluarganya di Estonia.
Zeta juga harus bekerja sama dengan Alfa (Mariela Garriga), agen rahasia Kolombia, karena Operasi Ciénaga dulu berlangsung di Kolombia, dan setelah diusut lebih jauh berkaitan dengan kartel narkoba.
Seperti film espionase lainnya, Agent Zeta penuh pengkhianatan berlapis-lapis, dan rahasia demi rahasia yang membuat film ini sedikit ribet.
Untungnya adegan aksi di film yang disutradarai Dani de la Torre ini seru, dan Zeta juga sosok agen rahasia yang penuh empati, walau ia tak bisa terima Ancares meninggalkan dia dan ibunya.
Meski menjelang akhir cerita film jadi kedodoran dan mudah ditebak (Zeta jadi agen rahasia paling naif), film ini tetap bisa bikin kamu nonton hingga akhir, kok. Selain itu, petinggi intelijen di Spanyol dan Kolombia adalah para perempuan, yang menunjukkan feminine leadership tersendiri dalam film ini. (f)
Baca juga:
Number One: Kisah Menyentuh di Balik Masakan Ibu
Hoppers: POV Berbeda dalam Memperkenalkan Seleksi Alam
Project Y: Aksi Nekat Han So-hee dan Jeon Jong-seo Demi Bertahan Hidup
Zornia Harisantoso