Tiada liburan tanpa mencuri kesempatan untuk membaca buku. Berikut ini adalah 10 buku seru untuk dibaca kala waktu senggang di masa mudik dan liburan.
1/ To Kill A Mocking Bird
Harper lee/ Harper Perennial Modern Classic
Novel yang tak terlupakan tentang masa kanak-kanak di sebuah kota yang dilanda krisis hati nurani. Buku ini menjadi buku terlaris tahun 1960, pernah difilmkan. Penuh kasih, dramatis, dan menyentuh, membawa pembacanya ke akar perilaku manusia yang bersalah atau tidak, kebaikan dan kekejaman, cinta dan kebencian, juga humor.
2/ My Name is Lucy Barton
Elizabeth Strout/ Random House
Bertahun-tahun tak bicara dengan sang ibu, Lucy Barton harus bertemu beliau saat dijenguk di rumah sakit usai menjalani operasi usus buntu. Dialog dibangun lewat gosip tentang para tetangga, menuju alasan mengapa Lucy meninggalkan keluarganya untuk kuliah dan hidup sebagai penulis. Pernikahannya dengan pria dari keluarga mapan juga memberikan gambaran perbedaan kelas di masyarakat, potret kemiskinan, dan wabah AIDS yang menakutkan di masa itu. Nikmati cara bertutur Strout yang puitis di novel berlatar belakang New York pada tahun 1980-an ini.
3/ The Hundred-Year Walk: An Armenian Odyssey
Dawn Anahid MacKeen/ Houghton Harcourt
Kisah pembantaian massal warga Armenia di Turki selama Perang Dunia I yang didengarnya dari kakeknya, Stepan Miskijan, yang berhasil menyelamatkan diri dari kebrutalan tersebut, tertanam di benak MacKeen hingga dewasa. Setelah menjadi jurnalis, ia berusaha menginvestigasi tragedi ini lebih dalam lewat jurnal sang kakek. dan menghabiskan 8 tahun menelusuri Turki, Suriah, dan Irak untuk menemukan jejak penderitaan kakeknya dan para korban. Perjalanannya dikemas dalam bentuk jalinan reportase dan memoar yang menjembatani antara perjuangan Stepan bertahan hidup dari rasa lapar, haus, kengerian, dan eksekusi.
4/ Frankenstein
Mary Shelley/ Qanita
Kisah Frankenstein sudah begitu familiar karena begitu banyak karya yang lahir dari Frankenstein. Bisa dikatakan, inilah ikon fiksi horor. Mary menerjemahkan horor tidak semata makhluk halus ataupun dari dunia supranatural, akan tetapi horor juga bisa diciptakan dari dunia sains. Lewat makhluk ciptaan Victor Frankenstein, perdebatan moral antara sains dan agama, baik dan buruk, seolah menjadi kabur batasannya.
5/ The Forty Rules of Love
Elif Shafak/ Viking
Ella, wanita yang tidak bahagia dengan pernikahannya. Pekerjaannya sebagai agen sastra, mengharuskannya membaca karya-karya penulis baru. Salah satunya, naskah berjudul Sweet Blasphemy, novel yang ditulis seorang pria bernama Aziz Zahara. Ella terkesan sekali pada karya yang berkisah tentang Sham, yang mengeksplorasi Rumi dan darwisian, yang berhasil mengubah hidup seorang tokoh agama yang tidak bahagia, hingga akhirnya menjadi pengikut jalan sufi, penulis puisi dan penasihat cinta. Ella seperti terisap pada pelajaran hidup dari filosofi kuno dalam novel itu. Ajaran Rumi tersebut pas banget dengan hidupnya sekarang. Tak hanya terpikat pada novelnya, Ella pun terpikat pada sosok penulisnya.
6/ While the City Slept
Eli Sanders/Knopft
7/ Attachments
Rainbow Rowell/ Penerbit Spring
Bagaimana rasanya jatuh cinta melalui kata-kata? Lincoln, seorang petugas keamanan internet, mengalaminya. Pekerjaannya memaksa Lincoln untuk mengawasi aktivitas e-mail seluruh karyawan. Di sisi lain, Beth dan Jennifer pun mengetahui bahwa ada seseorang yang mengawasi e-mail mereka. Namun, mereka tidak tahu siapa orangnya dan tidak mau ambil pusing. Beth dan Jennifer kerap bertukar cerita lewat e-mail. Lincoln, yang mengikuti cerita mereka dari awal dari balik layar komputer pengawas, daim-diam mulai jatuh cinta kepada salah satunya. Apa yang bisa dikatakan Lincoln kepada sang pemilik kata-kata?
8/ The Girl on The Train
Paula Hawkins/ Riverhead Books
9/ The Grownup
Gillian Flynn/ Crown
10/ The Vegetarian
Han Kang/ Hogart
Yeong-hye, seorang ibu rumah tangga biasa, menjalani kehidupan normal sebagai istri yang baik. Namun, suatu hari mimpi buruk menghampirinya. Bayangan nyata tentang kekerasan dan pertumpahan darah, dalam tidurnya. Yeong-hye pun memutuskan untuk membersihkan pikirannya dengan berhenti makan daging alias menjadi vegetarian. Oleh keluarga besar dan suaminya, keputusan ini disikapi dengan keterkejutan. Sebuah potret kehidupan modern di Korea Selatan. (f)